Lebaksiu – Konferensi XIII Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Lebaksiu menghasilkan keputusan penting dalam kepemimpinan organisasi keagamaan tersebut. Melalui mekanisme musyawarah Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), KH. Bahroni resmi terpilih kembali sebagai Rais Syuriah MWC NU Lebaksiu untuk masa khidmat 2026–2031.
Musyawarah AHWA yang berlangsung dengan penuh kekhidmatan ini dipimpin oleh KH. Amirudin Umar selaku ketua AHWA. Dalam forum tertutup tersebut, para ulama sepuh yang tergabung dalam AHWA melakukan pembahasan secara mendalam dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kapasitas keilmuan, pengalaman kepemimpinan, hingga keteladanan dalam membimbing umat.
Hasilnya, seluruh anggota AHWA secara mufakat menetapkan kembali KH. Bahroni sebagai Rais Syuriah. Keputusan ini tidak lepas dari rekam jejak beliau yang telah mengemban amanah sebagai Rais Syuriah sejak tahun 2017 hingga saat ini, dengan berbagai capaian dan kontribusi nyata bagi kemajuan jam’iyah Nahdlatul Ulama di wilayah Lebaksiu.
Dalam pertimbangan musyawarah, para anggota AHWA berpegang pada prinsip “Al-muhafadhotu ‘ala al-qodimi ash-sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah”, yaitu menjaga tradisi lama yang baik serta mengambil hal-hal baru yang lebih baik. Prinsip ini menjadi landasan dalam menilai kesinambungan kepemimpinan yang dinilai masih relevan dan dibutuhkan oleh jam’iyah.
“Beliau masih sangat layak untuk melanjutkan kepemimpinan Rais Syuriah, mengingat pengalaman, kearifan, serta konsistensinya dalam menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah di tengah masyarakat,” ungkap KH. Amirudin Umar salah satu anggota AHWA dalam forum tersebut.
Selama masa kepemimpinannya, KH. Bahroni dikenal sebagai sosok yang mampu menjaga stabilitas organisasi, memperkuat sinergi antar lembaga dan badan otonom, serta aktif dalam membina warga Nahdliyin di tingkat ranting hingga kecamatan. Kepemimpinannya juga dinilai berhasil menjaga tradisi keagamaan sekaligus merespons dinamika sosial yang berkembang.
Penetapan Rais Syuriah ini kemudian disampaikan kepada forum pleno konferensi untuk disahkan secara resmi sebagai bagian dari rangkaian Konferensi XIII MWC NU Lebaksiu. Suasana haru dan khidmat pun menyertai pengumuman tersebut, sebagai bentuk harapan besar warga Nahdliyin terhadap keberlanjutan kepemimpinan yang amanah.
Dengan kembali terpilihnya KH. Bahroni sebagai Rais Syuriah, diharapkan MWC NU Lebaksiu semakin solid dalam menjalankan peran keumatan, menjaga tradisi ke-NU-an, serta memberikan kontribusi nyata dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat di masa mendatang.

Komentar