Lebaksiu – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PR NU) Durensawit kembali menggelar kegiatan rutin Lailatul Ijtima pada Sabtu malam, 9 Mei 2026 pukul 20.00 WIB bertempat di Masjid Nahdliyyin Center MWC NU Lebaksiu, Desa Durensawit. Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh khidmat dan dihadiri oleh jajaran pengurus NU, tokoh agama, banom NU, serta masyarakat Nahdliyyin di wilayah Durensawit dan sekitarnya.
Lailatul Ijtima merupakan salah satu tradisi penting di lingkungan Nahdlatul Ulama yang hingga kini terus dijaga sebagai sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah, mempererat silaturahmi antarjamaah, sekaligus menjadi media dakwah dan pembinaan keagamaan masyarakat. Tradisi tersebut juga menjadi ruang konsolidasi organisasi agar semangat perjuangan NU tetap hidup di tengah masyarakat.
Ketua Tanfidziyah PR NU Durensawit, Ustadz Abunawan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Lailatul Ijtima bukan sekadar rutinitas bulanan, tetapi menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi para ulama NU dalam membangun masyarakat yang religius, rukun, dan berakhlakul karimah.
“Lailatul Ijtima ini adalah warisan perjuangan ulama Nahdlatul Ulama yang harus terus dijaga bersama. Selain menjadi media doa dan dzikir, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan warga Nahdliyyin agar tetap solid dalam menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah,” ujar Ustadz Abunawan.
Acara diawali dengan pembacaan tawassul, tahlil, dan istighotsah yang dipimpin para kiai dan tokoh agama setempat. Jamaah tampak khusyuk mengikuti rangkaian dzikir dan doa bersama yang dipanjatkan untuk keselamatan bangsa, keberkahan masyarakat, serta doa bagi para ulama dan muassis Nahdlatul Ulama.
Selain pembacaan dzikir dan doa, kegiatan juga diisi dengan tausiyah keagamaan yang mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan umat, meningkatkan kepedulian sosial, dan memperkuat amaliyah ke-NU-an dalam kehidupan sehari-hari. Dalam tausiyah tersebut juga disampaikan pentingnya menjaga tradisi keagamaan sebagai benteng moral masyarakat di tengah derasnya arus perkembangan zaman.
Kegiatan Lailatul Ijtima di Masjid Nahdliyyin Center MWC NU Lebaksiu tersebut juga menjadi momentum mempererat hubungan antar pengurus dan warga NU di tingkat ranting. Para banom NU turut hadir dan aktif mengikuti kegiatan sebagai bagian dari proses kaderisasi dan penguatan organisasi di tingkat akar rumput.
Suasana kekeluargaan begitu terasa sepanjang kegiatan berlangsung. Jamaah yang hadir terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai. Bagi masyarakat Durensawit, kegiatan seperti ini bukan hanya menjadi agenda keagamaan rutin, tetapi juga menjadi ruang memperkuat solidaritas sosial dan kebersamaan warga.
Dengan istiqamahnya pelaksanaan Lailatul Ijtima, PR NU Durensawit berharap tradisi ke-NU-an tetap terjaga dan semakin berkembang di tengah masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, NU diharapkan terus hadir sebagai jam’iyyah diniyyah ijtima’iyyah yang mampu memberikan manfaat nyata bagi umat, menjaga kerukunan, serta menebarkan nilai Islam yang moderat, damai, dan rahmatan lil ‘alamin.

Komentar