Lebaksiu – Konferensi XIII Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Lebaksiu yang digelar pada Ahad Pahing, 5 April 2026 atau bertepatan dengan 16 Syawal 1447 H di Gedung MWC NU Lebaksiu, memasuki tahapan penting dengan terbentuknya Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Forum ini memiliki peran strategis dalam menentukan Rais Syuriah MWC NU Lebaksiu melalui mekanisme musyawarah yang mencerminkan nilai-nilai ke-NU-an.
Dalam proses yang berlangsung khidmat dan demokratis, peserta konferensi yang terdiri dari utusan PRNU se-Kecamatan Lebaksiu telah memberikan pilihan terhadap tokoh-tokoh ulama yang dinilai memiliki kapasitas, integritas, dan kedalaman ilmu keagamaan. Proses pemilihan AHWA dilakukan melalui tabulasi suara dari lima nama yang diusulkan oleh masing-masing PRNU, sebagaimana diatur dalam tata tertib konferensi.
Berdasarkan hasil tabulasi tersebut, terpilih lima orang sebagai anggota AHWA, yaitu:
KH. Amirudin Umar
KH. Chambali Utsman
KH. Abdullah Ubaid
KH. Bahroni
KH. Aenurofiq
Selain lima nama tersebut, sesuai ketentuan tata tertib yang menetapkan jumlah calon AHWA sebanyak tujuh orang, maka ditambahkan dua tokoh ulama lainnya, yaitu:
KH. Nasihun Isa Mufti
KH. Syamsul Arifin
Dengan demikian, tujuh ulama yang tergabung dalam AHWA ini akan menjalankan amanah besar untuk bermusyawarah dalam menentukan Rais Syuriah MWC NU Lebaksiu masa khidmat berikutnya. Mekanisme AHWA sendiri merupakan tradisi khas Nahdlatul Ulama dalam memilih pemimpin Syuriah dengan mengedepankan hikmah, kebijaksanaan, serta pertimbangan mendalam terhadap aspek keilmuan dan keteladanan.
Ketua panitia konferensi A. Ja’far dalam keterangannya menyampaikan bahwa pembentukan AHWA berjalan lancar dan penuh kekhidmatan. “Ini menunjukkan kedewasaan organisasi dan komitmen jam’iyah dalam menjaga marwah NU, khususnya dalam memilih Rais Syuriah yang menjadi figur sentral dalam membimbing umat,” ujarnya.
Para anggota AHWA dijadwalkan segera menggelar musyawarah tertutup guna menentukan sosok Rais Syuriah terpilih. Hasil musyawarah tersebut nantinya akan disampaikan kepada forum pleno konferensi untuk disahkan secara resmi.
Dengan terbentuknya AHWA yang terdiri dari para ulama kharismatik dan berpengalaman, diharapkan keputusan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kebutuhan jam’iyah serta mampu memperkuat peran MWC NU Lebaksiu dalam membimbing umat, menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah, serta menjawab tantangan zaman ke depan.

Komentar