Jatinegara, Kabupaten Tegal — Bencana tanah bergerak yang melanda Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, mengakibatkan dampak serius terhadap pemukiman warga, fasilitas umum, serta infrastruktur desa. Berdasarkan update data Sabtu, 7 Februari 2026 pukul 09.00 WIB, jumlah warga terdampak dan pengungsi terus bertambah seiring meningkatnya pergerakan tanah di sejumlah titik.
Ribuan Jiwa Terdampak dan Mengungsi
Total warga terdampak mencapai 594 Kepala Keluarga (KK) atau 2.445 jiwa. Dari jumlah tersebut, terdiri atas 789 laki-laki dan 896 perempuan, dengan kelompok rentan yang cukup signifikan, di antaranya 135 lansia, 65 anak usia di bawah lima tahun, 184 anak-anak, 3 ibu hamil, 3 ibu menyusui, serta 11 penyandang disabilitas.
Ratusan Rumah Warga Rusak
Dampak paling besar dirasakan pada sektor pemukiman. Tercatat 464 unit rumah terdampak, dengan kategori Rusak Berat (RB) sebanyak 205 unit, Rusak Sedang (RS) 174 unit, dan Rusak Ringan (RR) 85 unit. Wilayah terdampak meliputi:
RW 01 RT 01–03
RW 02 RT 06–09
RW 03 RT 12–15
RW 04 RT 10, 11, 16–18
Pergerakan tanah yang terus berlangsung memaksa warga untuk meninggalkan rumah demi keselamatan jiwa.
Fasilitas Umum dan Infrastruktur Turut Rusak
Selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum juga terdampak. Fasilitas sosial tercatat 21 unit rusak, terdiri dari 14 RB, 4 RS, dan 3 RR. Fasilitas peribadatan mengalami kerusakan pada 7 unit, sementara sektor pendidikan terdampak 7 unit, dan fasilitas pemerintahan 1 unit rusak berat.
Kerusakan juga terjadi pada infrastruktur vital, meliputi:
Jalan desa dan kabupaten di 3 titik,1 unit bendung irigasi dan 1 unit jembatan desa. Kerusakan ini berdampak langsung pada mobilitas warga dan distribusi bantuan.
Sebaran Lokasi Pengungsian
Untuk mengantisipasi risiko lanjutan, warga terdampak kini tersebar di beberapa titik pengungsian, antara lain:
Majelis Az Zikir wa Rotibain (Rumah Bp. Kamal)
Menampung 50 KK / 166 jiwa.
Majelis dan Dukuh Pengasinan
Menjadi lokasi pengungsian terbesar dengan 337 KK / 985 jiwa, termasuk 97 lansia, 59 anak batita, serta 1 penyandang disabilitas.
SDN Padasari 02
Menampung 34 KK / 92 jiwa, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui.
Dukuh Lebak RW 05 (RT 19–22)
Dihuni 130 KK / 506 jiwa.
Gedung Serbaguna Desa Penujah
Menjadi tempat pengungsian 39 KK / 150 jiwa.
Desa Mokaha, Kecamatan Jatinegara
Menampung 4 KK / 20 jiwa.
Selain itu, Ponpes Dawuhan Padasari (Ponpes Al Adalah) turut menampung hingga 526 jiwa, menunjukkan peran penting lembaga keagamaan dalam membantu penanganan pengungsi.

Kebutuhan Mendesak dan Harapan
Dengan kondisi darurat ini, para pengungsi sangat membutuhkan logistik pangan, air bersih, layanan kesehatan, selimut, serta perlengkapan bayi dan lansia. Pemerintah daerah bersama BPBD, relawan, dan elemen masyarakat terus melakukan pendataan lanjutan, pemantauan pergerakan tanah, serta penyaluran bantuan secara bertahap.
Masyarakat berharap adanya penanganan cepat dan berkelanjutan, baik dalam bentuk bantuan darurat maupun solusi jangka panjang, agar warga dapat kembali hidup dengan aman dan layak. Pemerintah daerah juga diharapkan segera menetapkan langkah mitigasi dan relokasi bagi wilayah yang dinilai tidak lagi aman untuk ditempati.
sumber: BPBD Kabupaten Tegal
Koressponden: Najaa

Comment