LEBAKSIU – Konferensi XIII Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Lebaksiu yang digelar pada Ahad Pahing, 5 April 2026 bertepatan dengan 16 Syawal 1447 H di Gedung MWC NU Lebaksiu berlangsung sukses dan penuh khidmat. Mengusung tema “Menguatkan Jam’iyah, Memperkokoh Khidmah NU untuk Kemaslahatan Umat”, konferensi ini menghasilkan keputusan penting dengan kembali terpilihnya duet kepemimpinan KH. Bahroni dan Ust. Syaeful Amal untuk masa khidmat 2026–2031.
Keputusan tersebut merupakan hasil dari rangkaian proses panjang yang berjalan demokratis dan penuh musyawarah, mulai dari pemilihan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), penetapan Rais Syuriah, hingga pemilihan Ketua Tanfidziyah dalam sidang pleno konferensi.
Proses Demokratis dan Penuh Musyawarah
Pemilihan Rais Syuriah dilakukan melalui mekanisme AHWA yang terdiri dari para ulama sepuh dan tokoh Nahdliyin. Dalam musyawarah yang dipimpin oleh KH. Amirudin Umar, para anggota AHWA secara mufakat menetapkan kembali KH. Bahroni sebagai Rais Syuriah.
Keputusan tersebut didasarkan pada prinsip “Al-muhafadhotu ‘ala al-qodimi ash-sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah”, yakni menjaga tradisi lama yang baik serta mengambil hal-hal baru yang lebih baik. Selama menjabat sejak tahun 2017, KH. Bahroni dinilai mampu menjaga stabilitas organisasi, memperkuat peran keulamaan, serta membimbing umat dengan penuh kearifan.
Sementara itu, pemilihan Ketua Tanfidziyah berlangsung dalam Sidang Pleno V dengan mekanisme pemungutan suara langsung. Dari dua kandidat yang maju, Ust. Syaeful Amal berhasil meraih 18 suara, mengungguli pesaingnya, sehingga secara sah ditetapkan sebagai Ketua Tanfidziyah terpilih.
Komitmen Melanjutkan Khidmah NU
Dalam sambutannya, KH. Bahroni menyampaikan rasa syukur sekaligus tanggung jawab besar atas amanah yang kembali diberikan kepadanya.
“Alhamdulillah, ini adalah amanah yang tidak ringan. Kami berkomitmen untuk terus menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah serta memperkuat peran ulama dalam membimbing umat. Prinsip kami tetap, menjaga yang baik dari masa lalu dan terus berinovasi untuk kemaslahatan yang lebih luas,” ujar KH. Bahroni.
Beliau juga menekankan pentingnya kebersamaan seluruh elemen Nahdliyin dalam membangun jam’iyah yang kokoh dan berdaya guna di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.
Senada dengan itu, Ust. Syaeful Amal menyampaikan tekadnya untuk membawa semangat baru dalam kepemimpinan Tanfidziyah. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara Syuriah dan Tanfidziyah sebagai dua pilar utama dalam menjalankan roda organisasi.
“Kami siap melanjutkan program-program yang telah berjalan sekaligus melakukan penguatan di berbagai sektor, baik keorganisasian, dakwah, pendidikan, maupun pelayanan sosial. Kunci keberhasilan ada pada kebersamaan dan kolaborasi seluruh warga Nahdliyin,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh pengurus dan warga NU di Lebaksiu untuk bersama-sama aktif dalam menghidupkan jam’iyah serta menjaga nilai-nilai ke-NU-an di tengah masyarakat.
Harapan untuk Masa Depan NU Lebaksiu
Terpilihnya kembali duet KH. Bahroni dan Ust. Syaeful Amal diharapkan mampu menjaga kesinambungan kepemimpinan sekaligus menghadirkan inovasi dalam gerakan organisasi. Dengan pengalaman dan sinergi yang telah terbangun, MWC NU Lebaksiu optimistis dapat semakin berperan aktif dalam membangun kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat.
Konferensi XIII ini tidak hanya menjadi ajang pemilihan kepemimpinan, tetapi juga momentum konsolidasi organisasi serta peneguhan komitmen bersama untuk memperkuat jam’iyah dan memperkokoh khidmah Nahdlatul Ulama.
Dengan semangat tema yang diusung, seluruh peserta konferensi berharap MWC NU Lebaksiu ke depan semakin solid, progresif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemaslahatan umat di berbagai bidang kehidupan.

Komentar