Slarang Kidul – Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula (MDTU) Darul Ghufron menggelar Haflah Akhirussanah dan Wisuda Ke-II yang dirangkai dengan Pengajian Umum pada Kamis, 12 Februari 2026, bertempat di halaman MDTU Darul Ghufron, belakang MIN 1 Tegal. Acara berlangsung khidmat dan penuh haru dengan diwisudanya sebanyak 60 santri.
Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB hingga selesai, dihadiri oleh jajaran pengurus madrasah, dewan asatidz, wali santri, tokoh masyarakat, serta tamu undangan. Momentum wisuda ini menjadi penanda selesainya proses pembelajaran tingkat Ula bagi para santri yang telah menempuh pendidikan diniyah dengan penuh kesungguhan.
Haflah Akhirussanah tahun ini terasa istimewa karena dirangkai dengan pengajian umum yang menghadirkan Ustadz Achmad Mudrik selaku Kepala Madrasah Diniyah Takmiliyah Darul Ghufron serta KH. Abdul Qodir Zuhri, Tegal. Dalam tausiyahnya, para narasumber menekankan pentingnya menjaga ilmu yang telah diperoleh serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala MDTU Darul Ghufron, Ustadz Achmad Mudrik, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian para santri. Ia mengungkapkan bahwa keberhasilan 60 santri diwisuda hari ini merupakan hasil kerja keras bersama antara santri, asatidz, dan dukungan penuh dari para wali santri.
“Wisuda ini bukanlah akhir dari perjalanan menuntut ilmu, melainkan awal untuk melangkah ke jenjang berikutnya. Ilmu agama harus terus dipelajari dan diamalkan sebagai bekal kehidupan dunia dan akhirat,” ujarnya.
Sementara itu, KH. Abdul Qodir Zuhri dalam mauidhoh hasanahnya mengingatkan para wisudawan agar tetap rendah hati dan istiqomah dalam menjaga akhlak. Ia juga menekankan bahwa tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks, sehingga pondasi agama yang kuat menjadi benteng utama.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, terdapat agenda khusus berupa demo uji ulang santri yang dipandu langsung oleh K. Sumarno dari Yamansari. Pada sesi ini, beberapa santri diminta maju ke hadapan jamaah untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam membaca Al-Qur’an, hafalan surat pendek, praktik ibadah, serta pemahaman dasar kitab yang telah dipelajari selama masa pendidikan.
Uji ulang ini menjadi momen penting untuk menunjukkan kualitas pembelajaran di MDTU Darul Ghufron. Dengan penuh percaya diri, para santri mampu menjawab pertanyaan dan mempraktikkan materi yang diuji, sehingga mendapat apresiasi dari para hadirin. K. Sumarno menyampaikan bahwa kemampuan santri sudah baik dan diharapkan terus ditingkatkan pada jenjang berikutnya.
Prosesi wisuda berlangsung dengan penuh haru. Satu per satu santri dipanggil ke atas panggung untuk menerima syahadah sebagai tanda kelulusan. Raut wajah bahagia terpancar dari para wisudawan dan wali santri yang turut menyaksikan momen bersejarah tersebut.
Selain prosesi wisuda dan demo uji ulang, acara juga dimeriahkan dengan penampilan santri seperti pembacaan ayat suci Al-Qur’an, hafalan doa-doa, serta lantunan shalawat yang menambah suasana religius dan penuh keberkahan.
Dengan terselenggaranya Wisuda Ke-II ini, MDTU Darul Ghufron kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlakul karimah, dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Harapannya, para lulusan dapat menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, keluarga, masyarakat, serta bangsa dan negara.
Acara ditutup dengan doa bersama agar seluruh wisudawan senantiasa diberikan keberkahan ilmu, kemudahan dalam melanjutkan pendidikan, serta menjadi generasi penerus yang membawa kebaikan di tengah masyarakat.
By: Najaa

Comment