NU Lebaksiu Online, Ahad 26 Oktober 2025 — Pimpinan Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Jatimulya, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal menyelenggarakan Musyawarah Ranting (Musran) NU sebagai agenda penting dalam regenerasi dan penataan kepengurusan organisasi di tingkat desa. Kegiatan yang berlangsung pada hari Ahad ini dihadiri oleh jajaran pengurus MWC NU Lebaksiu, pj Kepala Desa Jatimulya, tokoh agama, serta perwakilan badan otonom dan lembaga NU di lingkungan Jatimulya.
Dalam suasana yang penuh kekeluargaan dan khidmat, peserta musyawarah secara mufakat menetapkan Kiai Thobi’in sebagai Rois Syuriah PRNU Jatimulya, dan Ustadz Sudibyo sebagai Ketua Tanfidziyah untuk masa khidmah 2026–2031.
Keduanya dinilai memiliki kapasitas, keteladanan, dan dedikasi tinggi dalam menggerakkan kegiatan keagamaan serta menjaga marwah Nahdlatul Ulama di tingkat desa. Penetapan dilakukan setelah melalui musyawarah internal yang berlangsung secara terbuka dan demokratis sesuai dengan tata tertib organisasi NU.
Dalam sambutannya, Kiai Thobi’in menyampaikan bahwa amanah besar yang harus diemban oleh kepengurusan baru.
> “Jabatan dalam NU bukan untuk mencari kehormatan, melainkan amanah untuk terus menjaga tradisi, memperkuat jamaah, dan menebar manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya dengan penuh keteduhan.
Sementara itu, Ustadz Sudibyo menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program keagamaan dan sosial yang telah dirintis oleh pengurus sebelumnya. Ia juga mengajak seluruh pengurus dan warga NU di Jatimulya untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan keagamaan.
> “Kita harus bersatu, bergerak bersama, dan meneguhkan komitmen untuk berkhidmah kepada umat. Ranting NU Jatimulya akan terus menjadi wadah perjuangan bagi masyarakat Ahlussunnah wal Jama’ah,” ujarnya.
Musran NU Jatimulya turut dihadiri oleh ketua MWC NU Lebaksiu Ust. Syaiful Amal, wakil ketua Gus Ya’lu Khanif, H. Ahmad Rifai dan wakil sekretaris Ust. Akhmad Subekhi, hadir Juga Katib Syuriah KH. Fatkhuroji yang memberikan apresiasi atas kelancaran dan suasana guyub yang terbangun selama proses musyawarah. Dalam arahannya, ketua MWC NU Lebaksiu menyampaikan bahwa kegiatan Musran menjadi bagian dari rangkaian konsolidasi organisasi yang saat ini tengah dilaksanakan di seluruh ranting se-Kecamatan Lebaksiu.
> “Musyawarah Ranting adalah momentum penting untuk memperbarui semangat dan arah perjuangan. NU harus terus hadir di tengah masyarakat dengan program nyata, terutama dalam bidang pendidikan, sosial, dan dakwah,” disampaikan oleh perwakilan MWC NU.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Fatkhuroji, memohon keberkahan atas amanah baru dan kekompakan seluruh kader dalam menjalankan roda organisasi. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah dan foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen untuk terus memperkuat peran NU di tingkat desa.
Dengan terselenggaranya Musyawarah Ranting ini, diharapkan PRNU Jatimulya dapat semakin aktif dalam membangun kehidupan keagamaan, sosial, dan kebangsaan di tengah masyarakat — sesuai dengan semangat khidmah lillah yang diwariskan para ulama dan muassis Nahdlatul Ulama.
—
By djaf

Comment