Lebaksiu – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Lebaksiu, Kabupaten Tegal, menggelar rangkaian kegiatan besar dalam rangka memperingati Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (Masehi) pada Ahad, 1 Februari 2026. Kegiatan yang dipusatkan di halaman Indoor MTsN 1 Tegal ini diisi dengan doa 100 Khotmil Qur’an, pelantikan Pengurus Ranting NU se-Kecamatan Lebaksiu, serta orientasi dan penguatan ke-NU-an bagi pengurus ranting. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat spiritualitas, konsolidasi organisasi, serta penguatan ideologi dan kemandirian jam’iyah Nahdlatul Ulama di tingkat akar rumput.
100 Khotmil Qur’an sebagai Ikhtiar Spiritual
Kegiatan 100 Khotmil Qur’an menjadi bagian utama dalam peringatan harlah 1 abad NU di lingkungan MWC NU Lebaksiu. Pelaksanaan khotmil Qur’an ini dilakukan secara terkoordinasi dan dibagi berdasarkan unsur Pengurus Ranting NU serta Badan Otonom NU, yang meliputi Ranting Muslimat NU, Ranting Partai NU, dan Ranting GP Ansor.
Setiap unsur ranting melaksanakan khotmil Qur’an secara mandiri di wilayah masing-masing sebagai bentuk ikhtiar spiritual dan doa bersama. Hingga 31 Januari 2026, total khotmil Qur’an yang telah dilaksanakan mencapai 100 kali khataman, yang seluruh pahalanya dihadiahkan untuk para muassis NU, masyayikh, serta keselamatan dan kemajuan Nahdlatul Ulama, khususnya di wilayah Lebaksiu.
Pelantikan Massal 23 Pengurus Ranting NU
Pada puncak acara, MWC NU Lebaksiu melaksanakan pelantikan massal Pengurus Ranting NU se-Kecamatan Lebaksiu. Sebanyak 23 Pengurus Ranting NU resmi dilantik dalam satu majelis khidmat yang berlangsung di halaman Indoor MTsN 1 Tegal. Prosesi baiat dan pelantikan dipimpin langsung oleh Rois Syuriah PCNU Kabupaten Tegal, KH. Nawawi Ashari. Dalam baiatnya, beliau menegaskan pentingnya amanah, keikhlasan, serta komitmen pengurus ranting dalam menghidupkan jam’iyah dan menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah di tengah masyarakat.
Kegiatan pelantikan dilanjutkan dengan pemantapan amanat organisasi serta penyampaian informasi strategis oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Tegal, Khozi’in, S.Pd. Ia mengajak seluruh pengurus ranting NU untuk terus bergerak aktif, memperkuat konsolidasi organisasi, serta meningkatkan pelayanan keumatan sesuai dengan khittah Nahdlatul Ulama.
Orientasi dan Penguatan Ke-NU-an Pengurus Ranting
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan orientasi atau retret pengurus ranting NU, sebagai bagian dari penguatan ideologi dan kapasitas kepemimpinan kader NU di tingkat bawah. Kegiatan orientasi ini diisi oleh Instruktur PKPNU, Gus Irfan Maulana Syah dari Banyumas. Dalam pemaparannya, Gus Irfan menekankan pentingnya kemandirian Nahdlatul Ulama dalam menghadapi tantangan zaman. Ia menegaskan bahwa kekuatan NU terletak pada konsistensi dalam menjaga jamaah dan memperkuat jam’iyah, yang harus dimulai dari pengurus ranting sebagai ujung tombak organisasi. Pengurus ranting, menurutnya, memiliki peran strategis karena bersentuhan langsung dengan umat. Oleh sebab itu, penguatan pemahaman ke-NU-an, tata kelola organisasi yang baik, serta pengembangan kemandirian sosial dan ekonomi menjadi agenda penting dalam menyongsong abad kedua NU.
Menyongsong Abad Kedua NU dengan Khidmat dan Kemandirian
Peringatan Harlah 1 Abad NU yang diselenggarakan MWC NU Lebaksiu ini menjadi wujud nyata khidmat jam’iyah dalam menyongsong abad kedua Nahdlatul Ulama. Melalui rangkaian doa, pelantikan, dan orientasi pengurus, diharapkan NU di Kecamatan Lebaksiu semakin solid, mandiri, dan istiqamah dalam berkhidmat kepada umat, bangsa, dan negara.

Comment