Advertisement Advertisement
Home » MWC NU Lebaksiu Susun Rangkaian Kegiatan Harlah 1 Abad NU Masehi

MWC NU Lebaksiu Susun Rangkaian Kegiatan Harlah 1 Abad NU Masehi

Lebaksiu – Dalam rangka memperingati Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama Masehi, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Lebaksiu menggelar rapat koordinasi bersama seluruh Badan Otonom (Banom) NU. Rapat tersebut dilaksanakan pada Minggu, 18 Januari 2026, dan menjadi langkah awal pemantapan rangkaian kegiatan besar yang akan melibatkan seluruh elemen NU di wilayah Kecamatan Lebaksiu.

Rapat koordinasi ini membahas secara komprehensif agenda kegiatan Harlah 100 Tahun NU yang sarat dengan nilai spiritual, organisatoris, serta penguatan ideologi ke-NU-an. Pengurus MWC NU Lebaksiu bersama Banom NU berkomitmen untuk menyukseskan peringatan satu abad NU sebagai momentum konsolidasi organisasi dan penguatan jam’iyyah.

Salah satu rangkaian kegiatan yang disepakati adalah pemasangan bendera NU dan Badan Otonom NU di seluruh wilayah Kecamatan Lebaksiu. Kegiatan ini akan dilaksanakan mulai tanggal 25 Januari hingga 5 Februari 2026. Pemasangan bendera tersebut diharapkan dapat menumbuhkan semangat kebersamaan, syiar organisasi, serta meneguhkan eksistensi NU di tengah masyarakat.

Selain itu, sebagai puncak kegiatan spiritual, MWC NU Lebaksiu akan menggelar 100 Khotmil Qur’an pada tanggal 31 Januari 2026. Kegiatan ini akan dilaksanakan secara serentak oleh seluruh elemen NU, mulai dari pengurus MWC, ranting, Banom, lembaga NU, hingga warga nahdliyin di seluruh desa se-Kecamatan Lebaksiu. Khotmil Qur’an ini menjadi bentuk munajat dan ikhtiar batin dalam rangka memohon keberkahan, keselamatan, dan kejayaan NU di masa mendatang.

Puncak rangkaian kegiatan Harlah 1 Abad NU Masehi akan dilaksanakan pada 1 Februari 2026 di lapangan Indoor  MTsN 1 Tegal berupa pelantikan massal Pengurus Ranting NU (PRNU) se-Kecamatan Lebaksiu. Setelah pelantikan, kegiatan akan dilanjutkan dengan orientasi pengurus ranting NU sebagai langkah awal penguatan kapasitas dan pemahaman organisasi bagi para pengurus yang baru dilantik.

Pola Tidur Berubah saat Ramadhan, Dokter Bagikan Tips Atur Jam Istirahat

Menurut A. Ja’far, orientasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun soliditas dan militansi pengurus ranting NU. Ia menjelaskan bahwa setelah PRNU dilantik, pengurus akan mengikuti kegiatan orientasi penguatan ke-NU-an yang diibaratkan seperti retret sebagaimana yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto terhadap para kepala daerah dan menteri.

“Kami mewajibkan pengurus ranting NU untuk mengikuti orientasi penguatan ke-NU-an agar memiliki pemahaman yang utuh tentang nilai, tradisi, dan arah perjuangan NU,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah MWC NU Lebaksiu, Ust. Syaiful Amal, menegaskan bahwa kegiatan 100 Khotmil Qur’an memiliki makna spiritual yang sangat mendalam. Menurutnya, khotmil Qur’an bukan sekadar rutinitas, tetapi bentuk munajat kolektif kepada Allah SWT.

Wujud Khidmah Kemanusiaan: Muslimat NU Lebaksiu Salurkan Donasi untuk Korban Tanah Bergerak di Desa Kajen

“100 Khotmil Qur’an ini kita niatkan sebagai doa bersama agar diberikan keberkahan dalam hidup, keberkahan dalam organisasi, serta agar NU tetap jaya sepanjang masa. Di samping itu, kita juga menghadiahkan doa kepada para masyayikh dan pendiri NU yang telah berjuang tanpa lelah,” ungkapnya.

Melalui rangkaian kegiatan Harlah 1 Abad NU Masehi ini, MWC NU Lebaksiu berharap dapat memperkuat ukhuwah nahdliyyah, meningkatkan kualitas pengurus, serta meneguhkan peran NU sebagai penjaga akidah, tradisi, dan keutuhan bangsa. Peringatan satu abad NU di Kecamatan Lebaksiu diharapkan menjadi momentum bersejarah untuk melanjutkan estafet perjuangan para pendahulu demi masa depan NU yang lebih kokoh dan bermartabat.

By Najaa

Haflah Akhirus Sanah Yayasan Abah Haji Asy’ari Asslawie, Teguhkan Komitmen Jadi Pusat Pendidikan Islam Usia Dini di Dukuhsalam

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *