Lebaksiu – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh kader-kader Fatayat NU. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Lebaksiu menyalurkan bantuan donasi kepada warga terdampak bencana tanah bergerak di Desa Kajen, Kecamatan Lebaksiu, pada Jumat, 13 Februari 2026.
Penyaluran bantuan dilaksanakan di Posko Pengungsian Bencana Tanah Bergerak Dukuh Blimbing, Desa Kajen. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Kepala Desa Kajen, Halimi, sebagai bentuk sinergi antara organisasi kemasyarakatan dengan pemerintah desa dalam membantu masyarakat yang terdampak.
Ketua PAC Fatayat NU Lebaksiu, Sahabat Lina Ulfah, menyampaikan bahwa donasi yang disalurkan merupakan hasil sumbangsih para sahabat Fatayat di tingkat ranting maupun anak ranting. Selain itu, terdapat pula donasi yang diberikan secara personal oleh para kader dan simpatisan.
“Alhamdulillah, kami dari PAC Fatayat NU Kecamatan Lebaksiu sudah melaksanakan penyaluran donasi ke Desa Kajen. Sumber dana berasal dari sumbangsih para sahabat di ranting dan anak ranting, serta beberapa donatur secara pribadi. Walaupun tidak seberapa, mudah-mudahan bisa ikut membantu dan bermanfaat bagi warga terdampak,” ungkap Sahabat Lina Ulfah.
Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang terdampak bencana tanah bergerak, mengingat sebagian rumah mengalami keretakan bahkan ada yang tidak lagi layak huni. Warga saat ini masih mengungsi dan membutuhkan dukungan moral maupun material dari berbagai pihak.
Kepala Desa Kajen, Halimi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian PAC Fatayat NU Lebaksiu beserta seluruh donatur. Ia berharap solidaritas dan kebersamaan seperti ini terus terjaga demi memperkuat ketahanan sosial masyarakat dalam menghadapi musibah.
Aksi sosial ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus tumbuh di lingkungan Nahdlatul Ulama, khususnya di Kecamatan Lebaksiu. Melalui gerakan kecil namun penuh keikhlasan, Fatayat NU berharap dapat menjadi bagian dari solusi dan penguat harapan bagi masyarakat yang tengah diuji musibah.
By Najaa.

Comment