Lebaksiu, Panitia Pelantikan Massal Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se-Kecamatan Lebaksiu resmi dibentuk. Pembentukan panitia tersebut dipimpin oleh Ketua Tanfidziyah terpilih PRNU Tegalandong, Bapak Yusuf, dengan susunan kepengurusan inti meliputi Moh. Subehi sebagai Sekretaris dan H. Zarkasih sebagai Bendahara.
Pembentukan panitia ini merupakan langkah awal dalam rangka mempersiapkan agenda strategis organisasi, yaitu pelantikan massal PRNU se-Kecamatan Lebaksiu yang direncanakan akan berlangsung pada 1 Februari 2026. Tanggal tersebut memiliki makna istimewa karena bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-100 Nahdlatul Ulama, satu abad perjalanan NU dalam khidmah keagamaan, kebangsaan, dan kemasyarakatan.
Ketua panitia menyampaikan bahwa momentum pelantikan massal yang bertepatan dengan satu abad NU diharapkan mampu menjadi spirit dan energi baru bagi seluruh pengurus ranting NU. Tidak hanya sebagai agenda seremonial, pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan peran PRNU dalam menjalankan roda organisasi serta meningkatkan pelayanan kepada umat di tingkat akar rumput.
Lebih lanjut disampaikan bahwa tantangan dan hambatan NU di wilayah Kecamatan Lebaksiu ke depan semakin kompleks. Dinamika sosial masyarakat yang terus berkembang, tantangan ideologi, serta perubahan pola kehidupan sosial menuntut NU untuk semakin adaptif dan responsif. Oleh karena itu, PRNU diharapkan mampu menjadi muharrik NU, penggerak utama jam’iyah di tingkat ranting.
Dalam konteks tersebut, NU di Kecamatan Lebaksiu dituntut untuk tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah, memperkuat ukhuwah islamiyah, serta menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat. Sinergi antar ranting dan soliditas kepengurusan menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut.
Dengan terbentuknya panitia pelantikan massal ini, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar, khidmat, dan membawa manfaat besar bagi penguatan peran Nahdlatul Ulama di Kecamatan Lebaksiu, khususnya dalam memasuki abad kedua NU.
Koresponden: Moh. Subehi

Comment