Home » PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi Mulai 1 November 2026

PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi Mulai 1 November 2026

Semarang, NU Online Jateng

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai menyosialisasikan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) hasil Muktamar Ke-35 NU. Salah satu perubahan yang segera diterapkan menyangkut mekanisme pemilihan pengurus di berbagai tingkatan, mulai dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) hingga pengurus ranting.

Katib Aam PBNU Prof Mohammad Nuh mengatakan perubahan AD/ART mencakup berbagai aspek organisasi. Namun, ketentuan mengenai mekanisme pemilihan menjadi salah satu yang mendesak disosialisasikan karena masa khidmah sejumlah PWNU, PCNU, PCINU, MWCNU, dan struktur lainnya segera berakhir.

“Yang mendesak untuk disosialisasikan yaitu yang terkait dengan masa khidmat dari PWNU, PCNU, PCINU, maupun MWCNU yang akan, bahkan ada yang sudah mau habis atau habis dalam waktu dekat,” kata Prof Nuh di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, dikutip dari laman NU Online Jumat (9/10/2026).

Menurutnya, perubahan AD/ART tersebut berkonsekuensi pada pelaksanaan konferensi yang menjadi forum pemilihan kepengurusan di tingkat wilayah hingga ranting. Karena itu, PBNU akan menerbitkan surat edaran berisi petunjuk teknis agar pelaksanaan konferensi mengacu pada ketentuan baru.

MWC NU Lebaksiu Gelar Lailatul Ijtima’ Kubro dan Parade 1.000 Hadroh, Semarakkan Hari Santri Nasional 2026

PBNU telah memutuskan proses konferensi mulai berjalan pada 1 November 2026.

“Kami tadi sudah memutuskan proses konferensi akan dimulai per 1 November,” tuturnya.

Musyawarah mufakat jadi tahap pertama 

Salah satu perubahan penting dalam AD/ART baru berkaitan dengan mekanisme pemilihan ketua. Peserta konferensi terlebih dahulu mengupayakan pemilihan melalui musyawarah mufakat.   Apabila musyawarah mufakat tidak tercapai, pemilihan ketua dilakukan oleh Ahlul Halli wal ‘Aqdi (Ahwa). Sebelum sampai pada tahap tersebut, peserta konferensi melakukan penjaringan calon melalui pemungutan suara dengan memilih paling banyak lima calon yang memenuhi persyaratan.

PR GP Ansor Dukuhlo membuka Pelatihan Setir Mobil

Lima calon dengan perolehan suara terbanyak kemudian diserahkan kepada Ahwa untuk dipilih menjadi ketua. Calon yang akan dipilih juga harus menyatakan kesediaannya secara lisan atau tertulis serta memperoleh persetujuan tertulis dari Rais terpilih.

Ketentuan tersebut berlaku dalam pemilihan Ketua Umum sebagaimana perubahan Pasal 41 huruf e dan Ketua PWNU sebagaimana perubahan Pasal 42 huruf d. Mekanisme serupa juga diterapkan dalam pemilihan Ketua PCNU, PCINU, MWCNU, ranting, hingga anak ranting.

Dengan ketentuan tersebut, mekanisme pemilihan langsung oleh peserta konferensi tidak serta-merta dihapus. Musyawarah mufakat tetap menjadi mekanisme pertama, sedangkan Ahwa berperan apabila musyawarah mufakat tidak tercapai.

“Kalau dulu pemilihan ketua itu kan langsung dari PW atau PC. Tapi sekarang kan yang memilih kan Ahwa. Nah ini kan perlu diberi tahu dasarnya seperti apa, mekanismenya seperti apa,” jelas Prof Nuh.

Semarak HSN 2026, PRNU Lebaksiu Lor Raih Juara I Lomba Tenis Meja MWC NU Lebaksiu

Ada masa transisi  

Perubahan mekanisme pemilihan juga memerlukan pengaturan masa transisi bagi PWNU dan PCNU yang masa khidmahnya berakhir sebelum konferensi dengan mekanisme baru dapat dilaksanakan.

Prof Nuh mengatakan PBNU akan menyiapkan kebijakan khusus bagi pengurus yang masa khidmahnya berakhir pada Oktober atau awal November. Perpanjangan masa khidmah diperlukan agar mereka memiliki waktu untuk menggelar konferensi berdasarkan AD/ART baru.

Ia menyebut terdapat 131 PWNU dan PCNU yang perlu mendapat perhatian dalam masa transisi tersebut. Perpanjangan itu, kata dia, hanya bersifat sementara.

“Begitu nanti November sudah menerbitkan edaran itu, yang lain tidak perlu diperpanjang. Jalan saja,” katanya.

Struktur PBNU masih diselesaikan 

Selain mempersiapkan penerapan AD/ART baru, PBNU masih menyelesaikan struktur kepengurusan secara rinci. Penyusunan tersebut mencakup pembagian tanggung jawab di berbagai bidang, termasuk kaderisasi.

Prof Nuh mengatakan struktur kepengurusan PBNU secara detail belum sepenuhnya selesai dan belum dikukuhkan. PBNU menargetkan penyelesaian struktur tersebut dalam satu hingga dua pekan ke depan.

“Termasuk juga kaderisasi. Kita ini belum selesai menyusun struktur sampai detailnya, dan juga belum dikukuhkan,” ujarnya.

Setelah struktur rampung, PBNU akan mulai menggelar rapat harian bersama unsur Syuriyah dan Tanfidziyah. Agenda berikutnya mencakup persiapan pengukuhan atau pelantikan serta rapat kerja dan Rapat Kerja Nasional.

“Ahad depan kita insyaallah sudah mulai rapat harian bersama Syuriyah maupun Tanfidziyah, gabungan. Terus habis itu kita juga siapkan nanti kapan akan dikukuhkan atau pelantikannya, demikian dan seterusnya,” pungkasnya.

Editor: Redaksi

Sumber: https://jateng.nu.or.id/nasional/pbnu-sosialisasikan-ad-art-baru-konferensi-mulai-1-november-2026-3uAMS

___
Download NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap! https://nu.or.id/superapp (Android/iOS)