Lebaksiu, 21 Desember 2025 – Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Lebaksiu mengikuti ijazah adhimah Alam Nasyroh dan Hizib Sirru al-Dzat yang dipimpin langsung oleh KH. Musthofa Aqiel di Pondok Pesantren KHAS Kempek, Cirebon. Pengijazahan ini dilaksanakan pada Sabtu malam, 20 Desember 2025, bertepatan dengan malam 1 Rajab 1447 Hijriah, sebuah malam yang dikenal memiliki keutamaan luar biasa dalam khazanah keislaman.
Ijazah yang diikuti para pengurus MWC NU Lebaksiu tersebut berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan nuansa spiritual yang mendalam. Malam 1 Rajab diyakini sebagai salah satu malam mustajab, malam yang di dalamnya doa-doa tidak tertolak. Tidak heran jika pengijazahan amalan adhimah pada malam tersebut disebut-sebut memiliki keistimewaan dan kekuatan spiritual yang sangat besar.
Untuk memahami mengapa ijazah malam 1 Rajab di Pesantren Kempek begitu istimewa, setidaknya dapat dilihat dari tiga perkara utama, yakni isi, ruang, dan waktu.
A. Isi: Bacaan Adhimah Penarik dan Penjaga Rezeki
Dari sisi isi, bacaan yang diijazahkan adalah Hizib Alam Nasyroh dan Hizib Sirru al-Dzat. Keduanya merupakan amalan yang telah lama diamalkan para ulama dan ahli suluk sebagai wasilah mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus sarana spiritual dalam ikhtiar kehidupan.
Pertama, Hizib Alam Nasyroh yang bersumber dari Surat Al-Insyirah (Alam Nasyroh), dibaca dengan disela-selai dan dibalut dzikir serta doa-doa khusus. Salah satu ayat utamanya adalah:
{ أَلَمۡ نَشۡرَحۡ لَكَ صَدۡرَكَ }
Ayat tersebut kemudian disertai doa permohonan agar Allah SWT melapangkan dada pembacanya sebagaimana Allah telah melapangkan dada kekasih-Nya, Nabi Muhammad SAW:
(أن تشرح لي صدري باسم الذي شرحت به قلب نبيك سيدنا محمد ص.م)
Setiap ayat dalam Surat Al-Insyirah dibalut dengan doa-doa khusus yang tujuan utamanya adalah untuk menarik rezeki dan mendatangkannya dari segala arah, baik rezeki lahir maupun batin.
Kedua, Hizib Sirru al-Dzat, yakni bacaan yang dimaksudkan agar rezeki yang telah ditetapkan Allah SWT kepada seseorang dijaga dan dibentengi dari gangguan, kejahatan, serta kedengkian orang-orang yang hasud. Perlindungan tersebut diwujudkan dengan permohonan penjagaan nur Allah SWT, sebagaimana bacaan:
(احتجبت بنور الله)
Amalan ini juga disertai dengan syarat puasa sebagai bentuk tirakat, pengendalian diri, dan penyucian jiwa, agar manfaat spiritual dari ijazah tersebut benar-benar dapat dirasakan secara lahir dan batin.
B. Ruang: Pesantren sebagai Tempat yang Mulia dan Bercahaya
Dari sisi ruang, ijazah ini dilaksanakan di Ma’had Al-Ghadier Pondok Pesantren KHAS Kempek, Cirebon. Pesantren ini, sebagaimana pesantren-pesantren salaf lainnya, merupakan tempat diajarkannya ketauhidan, ta’abbudiyah, serta keteladanan amaliah para ulama. Dengan demikian, tempat berlangsungnya ijazah ini termasuk amkinah mulia, ruang-ruang yang diberkahi oleh Allah SWT.
Lebih jauh, terdapat kesaksian bashirah dari seorang ulama sufi internasional, Syekh Hisyam al-Qabbani, yang pernah berkunjung ke pesantren yang diasuh oleh KH. Musthofa Aqiel. Dalam kunjungannya, Syekh Hisyam menyaksikan berbagai tanda keberkahan, bahkan pernah mendapati lafadz Allah pada roti yang disuguhkan kepadanya, meskipun peristiwa tersebut saat itu belum sempat terdokumentasikan.
Setelah meninggalkan Pesantren Kempek, salah satu penderek beliau, Syekh Rohimuddin an-Nawawi al-Bantani, menyampaikan dawuh Syekh Hisyam kepada KH. Musthofa Aqiel melalui sambungan telepon:
زرت المعاهد فوجدت نورا في معهد شيخ مصطفى عقيل
“Aku mengunjungi beberapa pesantren, lalu aku dapati cahaya (nur) pada pesantrennya Kyai Musthofa Aqiel.”
Kesaksian ini semakin menguatkan keyakinan bahwa Pesantren Kempek adalah ruang spiritual yang memancarkan cahaya ilahiyah, tempat yang sangat layak menjadi lokasi pengijazahan amalan-amalan adhimah.
C. Waktu: Keutamaan Malam 1 Rajab
Dari sisi waktu, pengijazahan ini dilaksanakan pada malam 1 Rajab, malam yang memiliki banyak keutamaan. Dalam sebuah hadis disebutkan:
خَمْسُ لَيَالٍ لَا يُرَدُّ فِيهِنَّ الدُّعَاءُ…
“Lima malam yang tidak akan ditolak doa di dalamnya: malam Jumat, malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Sya’ban, malam Idul Fitri, dan malam Idul Adha.”
(HR. Al-Baihaqi dan Ibnu Hajar al-Asqalani)
Selain itu, diriwayatkan pula bahwa Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA memfokuskan ibadahnya pada empat malam istimewa dalam setahun, salah satunya adalah malam pertama bulan Rajab. Bahkan Rasulullah SAW bersabda:
رجب شهر الله، وشعبان شهري، ورمضان شهر أمتي
“Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku.”
(HR. Al-Dailami)
Dengan demikian, bacaan yang mulia, dilaksanakan di tempat yang mulia, dan pada waktu yang mulia, inilah yang menjawab mengapa ijazah malam 1 Rajab di Pesantren KHAS Kempek Cirebon dikenal begitu dahsyat dan sakti secara spiritual.
Pengurus MWC NU Lebaksiu yang mengikuti ijazah ini pun berharap agar amalan yang diterima dapat menjadi wasilah kelapangan dada, keberkahan rezeki, kekuatan lahir batin, serta istiqamah dalam khidmah kepada jam’iyyah Nahdlatul Ulama dan umat.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Sabtu, 20 Desember 2025 / 1 Rajab 1447 H

Comment