Slarang Kidul, NU Lebaksiu Online– Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU Slarang Kidul mengadakan kegiatan ziarah lokal ke sejumlah makam ulama dan tokoh bersejarah di Kabupaten Tegal. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini, Sabtu–Ahad (20–21 September 2025), menjadi momentum penting bagi kader Fatayat untuk mempererat ukhuwah sekaligus meneladani perjuangan para ulama dan tokoh lokal yang berjasa bagi masyarakat.
Ketua PR Fatayat NU Slarang Kidul, Sahabat Atiq, menjelaskan bahwa ziarah dimulai pada hari pertama, Sabtu (20/9/2025), di pemakaman umum Desa Slarang Kidul. Para pengurus dan anggota Fatayat NU setempat melaksanakan tahlil dan doa bersama bagi leluhur serta masyarakat desa yang telah wafat.

Ziaroh ke Makam Desa Slarang Kidul

Kegiatan Ziaroh Hari Pertama, Sabtu 20 September 2025
“Kami ingin memulai ziarah dari desa sendiri, dari para leluhur dan keluarga kita, sebagai bentuk bakti serta doa agar mereka mendapat tempat terbaik di sisi Allah,” ungkapnya.
Pada hari kedua, Ahad (21/9/2025), rombongan melanjutkan perjalanan ziarah ke sejumlah makam bersejarah di wilayah Kabupaten Tegal. Rangkaian ziarah dimulai dari Makam Ki Gede Sebayu di Kota Tegal, yang dikenal sebagai pendiri dan tokoh penting dalam sejarah Tegal. Ziarah kemudian dilanjutkan ke Makam Babakan, Makam Pangeran Purbaya, Makam Hanggawana, Makam Amangkurat Pesarean, Makam Hadad, hingga Makam Mbah Panggung. Perjalanan ditutup dengan berziarah dan melaksanakan doa bersama di Masjid Agung Tegal, yang menjadi pusat perkembangan Islam di daerah setempat.
Menurut Sahabat Atiq, ziarah ini tidak hanya dimaksudkan untuk mendoakan para tokoh, tetapi juga untuk mengambil teladan dari perjuangan mereka.
“Para ulama dan tokoh yang kita ziarahi adalah teladan perjuangan, keikhlasan, dan dedikasi untuk umat. Melalui ziarah ini, kami ingin kader Fatayat semakin mengenal sejarah dan terdorong melanjutkan perjuangan mereka dalam kehidupan sosial maupun organisasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga memperkuat kebersamaan di antara anggota Fatayat NU Slarang Kidul. Selain doa dan tahlil, sepanjang perjalanan juga diisi dengan diskusi singkat mengenai sejarah setiap tokoh yang diziarahi, sehingga anggota mendapat wawasan baru tentang kiprah para pendahulu.
Salah satu peserta ziarah, Sahabat Umi Saidah, mengaku terkesan dengan kegiatan ini.
“Saya merasa bangga bisa ikut serta. Ternyata banyak sekali ulama dan tokoh besar di Tegal yang perjuangannya luar biasa. Semoga semangat mereka bisa kita teruskan di masa sekarang,” tuturnya.
Kegiatan ziarah lokal ini diharapkan menjadi agenda rutin PR Fatayat NU Slarang Kidul. Selain sebagai sarana spiritual, juga sebagai upaya menjaga dan melestarikan sejarah lokal agar tetap dikenal oleh generasi muda NU dan masyarakat luas.
—
by djaf

Comment