Timbangreja – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PR NU) Timbangreja menggelar kegiatan Khotmil Qur’an pada Jumat, 30 Januari 2026, bertempat di Musholla Ar-Rohman Timbangreja. Kegiatan ini diikuti oleh para pengurus Ranting NU Timbangreja serta jamaah setempat dengan penuh khidmat dan kekhusyukan.
Khotmil Qur’an tersebut merupakan bagian dari program 100 Khotmil Qur’an yang dicanangkan oleh MWC NU Lebaksiu dalam rangka menyambut Harlah 1 Abad Masehi Nahdlatul Ulama yang jatuh pada 31 Januari 2026. Program ini dilaksanakan serentak di berbagai ranting sebagai ikhtiar spiritual menyongsong satu abad perjalanan jam’iyah NU.
Ketua Tanfidziyah PR NU Timbangreja, Ust. Ro’sun Nidhom, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan Khotmil Qur’an ini tidak hanya sebagai rangkaian peringatan Harlah NU, tetapi juga sebagai sarana memperkuat spiritualitas jamaah dan pengurus NU di tingkat ranting.
“Khotmil Qur’an ini kami laksanakan dalam rangka mendukung program 100 Khotmil Qur’an MWC NU Lebaksiu untuk menyambut Harlah 1 Abad Masehi NU. Melalui kegiatan ini, kami mendoakan para muassis dan muharrik NU yang telah berjasa besar membesarkan jam’iyah NU, serta memohon kepada Allah SWT agar NU senantiasa diberikan keselamatan, keberkahan, dan kejayaan,” tutur Ust. Ro’sun Nidhom.
Ia menambahkan, momentum satu abad NU menjadi pengingat penting bagi seluruh warga Nahdliyin untuk terus menjaga tradisi keagamaan Ahlussunnah wal Jama’ah, memperkuat ukhuwah, serta meningkatkan peran NU dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Kegiatan Khotmil Qur’an berlangsung dengan tertib dan penuh kekhidmatan, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa khotmil Qur’an, serta doa bersama untuk kemaslahatan umat dan kejayaan Nahdlatul Ulama. Jamaah yang hadir tampak antusias mengikuti rangkaian acara hingga selesai.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, PR NU Timbangreja berharap semangat Harlah 1 Abad NU dapat menjadi energi baru bagi warga Nahdliyin untuk terus menjaga jamaah dan memperkuat jam’iyah, khususnya di wilayah Timbangreja dan sekitarnya.

Comment