Timbangreja, Jam’iyah Hujjaj Ziyadatul Khoir kembali menggelar kegiatan keagamaan rutin yang berlangsung dengan khidmat di Rumah Hj. Siti Nufatikha, Desa Timbangreja pada tanggal 25 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh para anggota jam’iyah sebagai sarana mempererat silaturahmi, meningkatkan keimanan, serta memperdalam pemahaman keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Acara Jam’iyah Hujjaj Ziyadatul Khoir dipandu oleh Hj. Hartati Mulyaningsih selaku pembawa acara. Dengan susunan acara yang tertib dan penuh kekeluargaan, kegiatan berjalan lancar dan diikuti dengan antusias oleh seluruh jamaah yang hadir.
Rangkaian kegiatan diawali dengan istighosah yang dipimpin oleh H. Suroto. Lantunan doa dan dzikir yang dipanjatkan secara bersama-sama menciptakan suasana khusyuk dan penuh ketenangan. Melalui istighosah ini, para jamaah memohon kepada Allah SWT agar senantiasa diberikan keberkahan, kesehatan, keselamatan, serta keteguhan iman dalam menjalani kehidupan.
Setelah istighosah, acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Jam’iyah Hujjaj Ziyadatul Khoir H. A. Ja’far. Dalam sambutannya, ketua jam’iyah menekankan pentingnya meningkatkan amal ibadah, baik yang bersifat individu maupun sosial, sebagai wujud rasa syukur atas nikmat Allah SWT, khususnya bagi para alumni haji.
Ketua Jam’iyah Hujjaj juga mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga kekompakan dan keistiqomahan dalam mengikuti kegiatan jam’iyah. Ia menyampaikan rencana kegiatan Halal Bihalal Jam’iyah Hujjaj Ziyadatul Khoir yang insyaallah akan dilaksanakan pada bulan Syawal mendatang dan direncanakan bertempat di Rumah H. Suroto. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah, saling memaafkan, serta memperkuat kebersamaan antaranggota jam’iyah.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan Mauidhoh Hasanah yang disampaikan oleh H. Masruri. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan pentingnya sikap SABAR sebagai landasan utama dalam membangun kepribadian Muslim yang kuat, istiqomah, dan berakhlakul karimah.
H. Masruri menjelaskan bahwa SABAR bukan hanya dimaknai sebagai menahan diri dalam menghadapi ujian, tetapi juga sebagai sikap aktif dalam menjaga ketaatan kepada Allah SWT. Ia menguraikan makna SABAR sebagai singkatan yang sarat dengan pesan spiritual dan nilai-nilai kehidupan.
Huruf S dimaknai sebagai sholat jangan ditinggalkan, menegaskan bahwa sholat lima waktu merupakan tiang agama dan fondasi utama dalam kehidupan seorang Muslim. Huruf A bermakna amal harus ditingkatkan, sebagai ajakan untuk senantiasa memperbanyak amal ibadah dan perbuatan baik. Huruf B dimaknai sebagai baik budi pekertinya, yakni pentingnya menjaga akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari. Huruf A berikutnya dimaknai sebagai akrab dengan masjidnya, sebagai dorongan untuk memakmurkan masjid dan menjadikannya pusat aktivitas ibadah. Adapun huruf R dimaknai sebagai rindu Baitullah, yaitu menumbuhkan kerinduan untuk kembali beribadah ke Tanah Suci serta menjaga semangat haji dalam hati.
Melalui Mauidhoh Hasanah tersebut, H. Masruri mengajak seluruh anggota Jam’iyah Hujjaj Ziyadatul Khoir untuk menjadikan nilai-nilai SABAR sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menghadapi berbagai ujian dan dinamika kehidupan.
Kegiatan Jam’iyah Hujjaj Ziyadatul Khoir ini diharapkan dapat terus istiqomah dilaksanakan sebagai sarana pembinaan spiritual, penguatan ukhuwah islamiyah, serta wadah meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan jamaah. Dengan kegiatan yang rutin dan penuh makna, Jam’iyah Hujjaj Ziyadatul Khoir diharapkan semakin memberi manfaat bagi jamaah dan masyarakat sekitar.

Comment