Semarang, NU Online Jateng
Konferensi Wilayah (Konferwil) Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Jawa Tengah yang berlangsung di aula Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (18/4/2026) berhasil memilih Rais Majelis Ilmi dan Ketua masa khidmah 2026-2031. KH Baduhun Badawi Alhafidz yang sebelumnya menjabat sebagai salah satu wakil ketua wilayah diamanati untuk memegang posisi sebagai Rais Majelis Ilmi menggantikan KH Amdjad Alhafidz, sedangkan Prof KH Ali Imron Alhafidz kembali dipilih menjadi ketua untuk yang kedua kalinya.
Keduanya diamanti untuk memegang jabatan itu oleh tim Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) yang berjumlah 11 orang kiai/nyai. Tim Ahwa dipilih oleh peserta konferwil dalam sidang pleno. Komposisi Ahwa terdiri empat yang merepresentasikan unsur PW JQHNU domisioner. Mereka itu adalah Prof KH Ali Imron, Nyai Hannik M, Nyai Amaliyatul Hamdanah dan Nyai Nur Muawwanah. Sedangkan tujuh lainnya merepresentasikan cabang, mereka itu adalah KH Hasyim S (Jepara), KH Agus Himawan (Kota Surakarta), KHA Baduhun Badawi ( Kendal), KH Rahmat Basuki (Kebumen), KH Ahmad Mudzakir (Kabupaten Semarang), KH Muclis Saiful Husain (Batang) dan KH Wahyudi Nur (Banyumas).
Panitia Konferwil JQHNU Jateng KH Andi P Amir bersyukur, karena agenda permusyawaratan tertinggi JQHNU Jateng yang dibuka Wakil Gubernur Jateng KH Taj Yasin Maemun berlangsung lancar. Seluruh agenda yang disiapkan berjalan dengan baik.
“Reformasi pengurus melalui sistim Ahwa juga berjalan sesuai dengan yang diagendakan, Ahwa berhasil memilih rais majlis ilmi dan ketua. Selanjutnya dua orang mandataris Konferwil akan menyusun pengurus pleno selambat-lambatnya dua minggu terhitung sejak selesainya Konferwil hari ini,” kata kiai Andi di arena Konferwil.
Ketua PW JQHNU Jateng masa khidmah 2026-2031 terpilih Prof KH Ali Imron mengatakan bersama rais majlis ilmi terpilih dirinya akan segera melengkapi susunan kepengurusan dan menjalankan program prioritas yang diamanatkan oleh peserta konferwil. “Program prioritas itu diantaranya pemberdayaan organisasi hingga di tingkat basis, minimal kecamatan atau anak cabang (Ancab). Saat ini sudah terbentuk 185 pengurus Ancab, kami akan terus melangkah bersama cabang membentuk kepengurusan di tingkat Ancab,” kata Prof Ali Imron.
Menurutnya, selain itu juga mengagendakan program khataman akbar sebagai agenda tahunan menjadi forum silaturahim, konsolidasi dan koordinasi antar anggota dengan pengurus di seluruh tingkatan, agenda ini akan digelar secara bergilir di tiap wilayah eks karesidenan yang ada di Jateng setiap tahun.
Program prioritas ketiga, lanjutnya adalah upaya pelibatan secara aktif kader-kader JQHNU di Jateng dalam upaya peningkatan kualitas qari/qariah dan hafidzh/Hafidzah yang akan diikutsertakan dalam MTQ, selain itu juga menyiapkan dewan hakim MTQ yang dibutuhkan, terutama dalam menyongsong agenda MTQ Nasional ke-31 di Semarang tahun 2026 ini.
“Setelah ini kami juga akan melakukan penataan organisasi di tingkat cabang, terutama cabang-cabang yang SK masa khidmahnya sudah habis masa berlakunya,” tuturnya.
Editor: Nazlal Firdaus Kurniawan
Penulis: Samsul Huda
___
Download NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap! https://nu.or.id/superapp (Android/iOS)

Komentar