Advertisement Advertisement
Home » Haflah Akhirus Sanah Yayasan Abah Haji Asy’ari Asslawie, Teguhkan Komitmen Jadi Pusat Pendidikan Islam Usia Dini di Dukuhsalam

Haflah Akhirus Sanah Yayasan Abah Haji Asy’ari Asslawie, Teguhkan Komitmen Jadi Pusat Pendidikan Islam Usia Dini di Dukuhsalam

Oplus_16908288

Slawi – Suasana khidmat dan penuh kebahagiaan menyelimuti kegiatan Haflah Akhirus Sanah Yayasan Abah Haji Asy’ari Assalawie yang digelar pada Minggu, 15 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum pelepasan dan tasyakuran bagi para santri dan siswa dari lembaga pendidikan di bawah naungan yayasan, yakni TPQ, MDTU, dan Madrasah Ibtidaiyah Fathul Ma’arif Desa Dukuhsalam, Kecamatan Slawi.

Acara yang dilaksanakan di halaman madrasah tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus yayasan, dewan guru, wali santri, tokoh masyarakat, serta tamu undangan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD dari Fraksi PKB, A. Ja’far, ST, yang memberikan sambutan dan motivasi kepada para santri dan wali murid.

Ketua Yayasan Abah Haji Asy’ari Assalawie, M. Romdlon, SE, M.Kom, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya haflah akhirus sanah tahun ini dengan lancar. Ia menegaskan bahwa yayasan memiliki komitmen kuat untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya pendidikan Islam usia dini di wilayah Dukuhsalam dan sekitarnya.

“Kami ingin Yayasan Abah Haji Asy’ari Asslawie menjadi pusat pendidikan Islam usia dini di wilayah Dukuhsalam. Pendidikan karakter, akhlakul karimah, serta kemampuan dasar keagamaan harus ditanamkan sejak dini agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berakhlak mulia,” ujarnya.

M. Romdlon yang juga merupakan dosen STKIPNU tersebut menambahkan bahwa penguatan kurikulum keagamaan akan terus diimbangi dengan peningkatan kompetensi akademik. Pendidikan agama dan pendidikan umum harus berjalan beriringan, sehingga lulusan Madrasah Ibtidaiyah Fathul Ma’arif mampu bersaing sekaligus tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.

Aisyatussifa Harumkan Nama SMPN 2 Lebaksiu, Raih Juara III MTQ HUT SMKN 1 Adiwerna ke-47

Sementara itu, dalam sambutannya, A. Ja’far, ST menekankan pentingnya pendidikan agama sejak usia dini sebagai pondasi utama dalam membentuk karakter generasi bangsa. Menurutnya, tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut adanya penguatan nilai-nilai keimanan dan akhlak sejak awal.

“Pendidikan agama bagi anak usia dini adalah pondasi. Jika pondasinya kuat, maka bangunan di atasnya akan kokoh. Anak-anak kita harus dibekali ilmu agama agar memiliki pegangan dalam menghadapi perkembangan zaman,” ungkapnya di hadapan para hadirin.

Ia juga mengapresiasi peran Yayasan Abah Haji Asy’ari Assalawie dalam ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan berbasis nilai-nilai Islam di tingkat desa.

Dalam kesempatan tersebut, para santri TPQ dan MDTU menampilkan hafalan surat-surat pendek, doa-doa harian, serta praktik ibadah. Sementara siswa Madrasah Ibtidaiyah Fathul Ma’arif menampilkan berbagai pertunjukan, mulai dari pidato, puisi Islami, hingga seni hadrah yang memukau hadirin.

Kasus Anak SD Bunuh Diri di Ngada, Kemiskinan Jadi Faktor Risiko, Negara Diminta Hadir

Wali santri yang hadir tampak antusias dan bangga menyaksikan perkembangan putra-putri mereka. Haflah akhirus sanah ini bukan sekadar seremoni pelepasan, melainkan menjadi ajang evaluasi dan refleksi atas perjalanan pendidikan selama satu tahun terakhir.

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen peningkatan mutu, Yayasan Abah Haji Asy’ari Assalawie optimistis mampu mencetak generasi Qur’ani yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia, sekaligus menjadi rujukan pendidikan Islam usia dini di Desa Dukuhsalam, Kecamatan Slawi.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *