Advertisement Advertisement
Home » PRNU Slarang Kidul Tetapkan Lailatul Ijtima’ Bergilir ke Musholla, Hadirkan Kajian Kitab Fiqih untuk Masyarakat

PRNU Slarang Kidul Tetapkan Lailatul Ijtima’ Bergilir ke Musholla, Hadirkan Kajian Kitab Fiqih untuk Masyarakat

Slarang Kidul – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Slarang Kidul menggelar rapat kerja dalam rangka memperkuat program keagamaan di tingkat desa Slarang Kidul pada hari Senin tanggal 4 April 2026 di Musholla Baitunur. Salah satu keputusan strategis yang dihasilkan adalah pelaksanaan kegiatan Lailatul Ijtima’ secara bergilir di musholla-musholla yang ada di wilayah Desa Slarang Kidul, disertai dengan pembacaan dan kajian kitab fiqih sebagai bagian dari dakwah edukatif kepada masyarakat.

Rapat kerja tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Tanfidziyah H. Ah. Subhan bersama Rois Syuriah K. M. Jaelani Zen, serta diikuti oleh jajaran pengurus ranting dan tokoh Nahdliyyin setempat. Dalam suasana penuh musyawarah, para pengurus sepakat untuk menjadikan Lailatul Ijtima’ sebagai kegiatan rutin yang lebih terarah dan berdampak luas bagi masyarakat.

Ketua Tanfidziyah H. Ah. Subhan menyampaikan bahwa pola pelaksanaan secara bergilir ini bertujuan untuk menghidupkan musholla sebagai pusat kegiatan keagamaan sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.

“Kita ingin Lailatul Ijtima’ tidak hanya terpusat di satu tempat, tetapi bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat. Dengan bergilir ke musholla-musholla, semangat kebersamaan dan ukhuwah akan semakin kuat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan secara rutin setiap tanggal 17 dalam kalender Hijriyah. Penetapan waktu tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat tetap bagi warga Nahdliyyin untuk hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan keagamaan.

PRNU Slarang Kidul Gelar Lailatul Ijtima’ dan Pengukuhan Pengurus Lembaga, Perkuat Khidmat Jam’iyah di Tingkat Ranting

Selain pembacaan tahlil dan doa bersama, Lailatul Ijtima’ juga akan diisi dengan pembacaan kitab fiqih yang kemudian dilanjutkan dengan kajian dan penjelasan kepada jamaah. Program ini dirancang sebagai bentuk dakwah yang tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga edukatif.

Rois Syuriah K. M. Jaelani Zen menegaskan bahwa kajian fiqih menjadi kebutuhan penting di tengah masyarakat saat ini, agar praktik ibadah yang dilakukan memiliki dasar ilmu yang kuat.

“Melalui pembacaan kitab fiqih, masyarakat diajak untuk memahami hukum-hukum ibadah secara benar. Ini penting agar amaliyah yang dijalankan sesuai dengan tuntunan Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah,” jelasnya.

Peringati Harlah ke-92, PAC GP Ansor Lebaksiu gelar Gerakan Tanam Pohon

Ia juga menambahkan bahwa metode pengajian berbasis kitab kuning merupakan tradisi keilmuan khas Nahdlatul Ulama yang harus terus dijaga dan dikembangkan di tengah masyarakat.

Program ini disambut positif oleh para pengurus dan warga, karena dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan pemahaman keagamaan yang lebih mendalam sekaligus memperkuat fungsi musholla sebagai pusat ibadah dan pembinaan umat.

Dengan ditetapkannya program Lailatul Ijtima’ bergilir setiap tanggal 17 Hijriyah yang dipadukan dengan kajian kitab fiqih, PRNU Slarang Kidul optimistis mampu meningkatkan kualitas keagamaan masyarakat serta memperkuat peran NU dalam membimbing umat di tingkat desa secara berkelanjutan.

MWC NU Lebaksiu Kehilangan Penggerak, KH. Sya’roni Abbas Wafat di Usia 93 Tahun

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *