Lebaksiu – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Nahdlatul Ulama, khususnya jajaran MWC NU Lebaksiu. Salah satu tokoh sepuh dan penggerak NU di wilayah tersebut, KH. Sya’roni Abbas bin H. Abdussalam Sadwi, wafat pada Jumat, 1 Mei 2026, pukul 16.53 WIB di kediamannya di Desa Tegalandong, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal.
Almarhum wafat dalam usia 93 tahun, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, santri, serta masyarakat luas yang mengenal dedikasi dan perjuangannya dalam membesarkan NU di tingkat akar rumput.
Pemakaman almarhum dilaksanakan pada hari Jumat 1 Mei 2026, usai salat Jumat. Sebelumnya, jenazah dishalatkan di Masjid Al-Ihsan Tegalandong, yang menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan masyarakat setempat. Ratusan jamaah tampak hadir memberikan penghormatan terakhir, mulai dari tokoh agama, pengurus NU, hingga masyarakat umum.
KH. Sya’roni Abbas dikenal sebagai sosok istiqomah dalam berdakwah dan menggerakkan kegiatan keagamaan. Peran beliau sangat besar dalam menghidupkan majelis taklim di Desa Tegalandong serta menguatkan basis pendidikan melalui lembaga-lembaga di bawah naungan LP Ma’arif NU.
KH. Bahroni, Rois Syuriah MWC NU Lebaksiu menyampaikan bahwa almarhum merupakan figur sentral yang selama ini menjadi penggerak sekaligus panutan bagi warga Nahdliyyin.
“Beliau bukan hanya alim secara ilmu, tetapi juga menjadi teladan dalam pengabdian. Kehilangan ini tentu sangat besar bagi kami,” ujarnya.
Selama hidupnya, KH. Sya’roni Abbas aktif membina umat melalui pengajian rutin, mendampingi kegiatan keagamaan masyarakat, serta berkontribusi dalam pengembangan pendidikan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah di wilayah Lebaksiu, khususnya Desa Tegalandong.
Kepergian beliau menjadi kehilangan besar, namun semangat perjuangan dan dedikasi yang telah ditanamkan diharapkan terus hidup dan dilanjutkan oleh generasi penerus NU.
“Semoga almarhum husnul khatimah, diampuni segala dosa, diterima amal ibadahnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran serta ketabahan,” doa yang terus mengalir dari para pelayat.
Al-Fatihah.

Komentar