LEBAKSIU, NU Online – Menyongsong masa khidmah 2026-2031, Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Lebaksiu, Syaiful Amal, secara resmi memaparkan visi dan arah strategis organisasi. Dalam upaya memantapkan langkah organisasi pasca-pelantikan, ia menetapkan tiga fokus utama yang akan menjadi fondasi gerak NU di tingkat Kecamatan Lebaksiu selama lima tahun ke depan.
Syaiful Amal menegaskan bahwa kepengurusan periode ini harus bergerak secara efektif dan taktis guna menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks, tanpa meninggalkan akar tradisi organisasi.
Fokus pada Keberlanjutan: “Bukan Prinsip SPBU”
Salah satu poin menarik yang ditekankan Syaiful Amal adalah filosofi keberlanjutan. Ia menegaskan bahwa estafet kepemimpinan di MWC NU Lebaksiu tidak boleh dianggap sebagai awal yang kosong.
“Prinsip kita bukan prinsip SPBU yang harus selalu dimulai dari nol. Kepengurusan masa khidmah 2026-2031 ini berkomitmen untuk meneruskan program-program dari periode sebelumnya yang sudah berjalan baik dan dirasakan manfaatnya oleh umat,” tegasnya dalam pertemuan bersama jajaran pengurus.
Selain keberlanjutan program, aspek Sumber Daya Manusia (SDM) juga menjadi perhatian. Syaiful berencana merangkul kader-kader potensial yang memiliki komitmen tinggi untuk tetap berkontribusi demi menjaga kesinambungan organisasi.
Tiga Pilar Program Prioritas
Untuk memastikan roda organisasi berjalan linier dengan struktur di atasnya, MWC NU Lebaksiu merumuskan tiga program prioritas:
-
Sinergi Struktur Tegak Lurus: MWC NU Lebaksiu berkomitmen untuk melaksanakan seluruh kebijakan, program kerja, dan instruksi dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) maupun Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara disiplin dan terorganisir.
-
Kontinuitas Program Maslahat: Menjaga aset dan program kerja lama yang dinilai masih relevan dan produktif, sehingga kemajuan yang telah dicapai tidak terhenti hanya karena pergantian nahkoda.
-
Inovasi dan Wakaf Produktif: Mendorong penggalian ide-ide segar, khususnya dalam pengelolaan aset wakaf. Targetnya adalah mengubah aset wakaf di wilayah Lebaksiu menjadi lebih produktif guna menopang kemandirian ekonomi organisasi dan meningkatkan kesejahteraan warga Nahdliyin di tingkat lokal.
Elaborasi Media: Menggalang Kekuatan Digital
Menyadari pentingnya syiar di era disrupsi, MWC NU Lebaksiu juga memberikan perhatian khusus pada sektor digital. Syaiful Amal mengajak seluruh elemen pengelola media sosial dan kanal informasi di lingkungan Ranting NU se-Kecamatan Lebaksiu untuk merapatkan barisan.
“Kita butuh sinergitas media yang berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah. Seluruh potensi media di tiap Ranting harus menjadi satu kekuatan besar untuk mengimplementasikan kebijakan organisasi,” lanjutnya.
Tujuan utama dari elaborasi media ini adalah memperluas jangkauan dakwah dan memastikan informasi mengenai program kerja MWC NU Lebaksiu tersampaikan secara transparan dan massif kepada masyarakat luas.
Dukungan Penuh dari Banom dan Lembaga
Langkah strategis yang diusung oleh Syaiful Amal ini mendapatkan respons positif dan dukungan penuh dari jajaran internal. Seluruh Badan Otonom (Banom) seperti Muslimat, Fatayat, GP Ansor, IPNU, dan IPPNU, serta berbagai lembaga di bawah naungan MWC NU Lebaksiu, menyatakan kesiapannya untuk mengawal visi tersebut.
“Kami siap membersamai dan merealisasikan program-program yang telah ditetapkan. Soliditas antar-banom adalah kunci untuk membesarkan Nahdlatul Ulama di bumi Lebaksiu ini,” ungkap salah satu pimpinan Banom setempat.
Dengan semangat kebersamaan dan inovasi yang terukur, kepengurusan MWC NU Lebaksiu 2026-2031 diharapkan mampu membawa perubahan signifikan bagi penguatan organisasi dan pelayanan terhadap umat.
Kontributor: Redaksi MWC NU Lebaksiu Editor: NU Online

Komentar