Home » Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul ke-17 KH Ahmad Husni

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul ke-17 KH Ahmad Husni

SLARANG KIDUL, NU Online — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul ke-17 Kiai Ahmad Husni berlangsung khidmat, semarak, dan sarat dengan pesan keagamaan. Kegiatan yang dihadiri oleh ulama kharismatik pengasuh Pondok Pesantren Assalafiyah, K.H. Subhan Ma’mun, ini menjadi momentum penting bagi jamaah untuk meneguhkan kembali kecintaan kepada Rasulullah serta mengenang jasa perjuangan para ulama Ahlussunah wal Jamaah.

Sejak awal acara, suasana majelis dipenuhi kekhidmatan. Para jamaah mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh perhatian, menjadikan peringatan tersebut bukan sekadar agenda tahunan, melainkan sarana refleksi untuk menjaga warisan keilmuan para ulama di tengah dinamika zaman.

Rangkaian Acara Khidmat dan Sarat Makna

Acara diawali dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang membawa suasana religius ke tengah majelis. Bertindak sebagai pemandu acara (MC), Ustaz Syehudin menghidupkan suasana dengan kepiawaiannya mengatur jalannya acara secara tertib, mulai dari pembukaan hingga mauidah hasanah.

Selanjutnya, Kepala Desa Sahyudin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, peringatan Maulid dan haul memiliki arti strategis karena tidak hanya memperkuat spiritualitas, tetapi juga mempererat hubungan sosial dan kebersamaan warga.

Ketua Tanfidiyah NU Slarang Kidul, Ustaz H. Akh. Subhan, dalam nasihatnya mengajak jamaah agar tidak menjadikan Maulid sebatas kegiatan seremonial. Ia menekankan pentingnya menumbuhkan mahabbah (kecintaan) kepada Rasulullah yang diterjemahkan nyata melalui akhlak, kepedulian sosial, kejujuran, serta kesabaran dalam keseharian.

Perkuat Kemampuan Kader, MDS Rijalul Ansor Lebaksiu Gelar Pelatihan Pemulasaraan Jenazah di Jatimulya

Senada dengan hal tersebut, sohibul hajat Ustaz Asim Husni mengingatkan agar cinta kepada Kanjeng Nabi melahirkan keteladanan yang tercermin dari cara menjaga lisan, memperbaiki hubungan antar-sesama, menghormati orang tua dan guru, serta membawa kemaslahatan bagi lingkungan sekitar.

Mauidah Hasanah: Meneladani Ulama dan Memahami Aswaja

Memasuki acara inti, K.H. Subhan Ma’mun menyampaikan tausiyah mendalam mengenai kedudukan mulia para ulama. Beliau mengingatkan bahwa ulama bukan sekadar penyampai ilmu, melainkan penjaga tradisi keilmuan dan pembimbing umat yang jasa-jasanya tidak boleh dilupakan.

“Haul bukan hanya tentang mengingat orang yang telah pergi, tetapi juga tentang meneruskan kebaikan dan nilai perjuangan yang pernah ditinggalkan,” pesan K.H. Subhan Ma’mun di hadapan ribuan jamaah.

Selain itu, Kiai Subhan juga menguraikan secara sistematis makna Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja). Beliau menjelaskan bahwa Aswaja bukan sekadar identitas keagamaan, melainkan landasan berpikir dan cara pandang dalam menjalankan agama secara seimbang—menyelaraskan antara semangat beragama dengan penguasaan ilmu, serta menjunjung tinggi persatuan dan akhlak mulia.

Ansor Jateng Tegaskan Visi Khadimul Ummah di Era Digital

Merawat Mata Rantai Keilmuan dan Akhlak

Peringatan Maulid Nabi dan Haul Kiai Ahmad Husni ini berhasil mempertemukan dua pesan besar: kecintaan kepada Rasulullah SAW sebagai sumber keteladanan utama, serta penghormatan kepada ulama sebagai pewaris risalah risalah kenabian. Di tengah arus perubahan zaman yang cepat, generasi muda dinilai membutuhkan akar nilai, orientasi moral, dan keteladanan yang kokoh.

Kegiatan ini ditutup dengan kesadaran bahwa mencintai Rasulullah berarti meneladani akhlaknya, menghormati ulama berarti menjaga ilmunya, dan memahami Ahlussunah wal Jamaah berarti menjadikan agama sebagai jalan keselamatan, keseimbangan, serta kemaslahatan bagi sesama.