Home » Perkuat Kemampuan Kader, MDS Rijalul Ansor Lebaksiu Gelar Pelatihan Pemulasaraan Jenazah di Jatimulya

Perkuat Kemampuan Kader, MDS Rijalul Ansor Lebaksiu Gelar Pelatihan Pemulasaraan Jenazah di Jatimulya

LEBAKSIU, NU Online – Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Lebaksiu menggelar kegiatan rutinan yang dirangkai dengan praktik pemulasaraan jenazah. Kegiatan tersebut berpusat di Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor Jatimulya, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Selasa (15/9/2026) malam.

​Acara yang dihadiri oleh puluhan kader Ansor dan Banser dari berbagai ranting se-Kecamatan Lebaksiu ini diawali dengan pembacaan maulid, tahlil, serta doa bersama. Memasuki acara inti, para kader dibekali pengetahuan teknis dan tata cara merawat jenazah sesuai ketentuan fikih Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyyah.

​Materi pemulasaraan disampaikan langsung oleh Ust. Azis Khusairi. Dalam pemaparannya, Ust. Azis menjelaskan empat kewajiban utama umat Islam terhadap jenazah yang hukumnya fardhu kifayah, yaitu memandikan, mengkafani, menyalatkan, dan menguburkan.

​”Mengurus jenazah bukan sekadar tradisi, melainkan ibadah ritual yang memiliki tata cara khusus sesuai kaidah syariat. Kader Ansor harus siap dan tidak boleh ragu saat masyarakat membutuhkan bantuan mengurus jenazah di lingkungannya masing-masing,” terang Ust. Azis Khusairi saat memandu praktik.

 

Ansor Jateng Tegaskan Visi Khadimul Ummah di Era Digital

​Para peserta tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga langsung mempraktikkan tata cara memotong dan melipat kain kafan, teknik mengikat, hingga urutan memandikan jenazah secara sistematis menggunakan alat peraga.

​Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Lebaksiu, Abdul Latief, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Ansor dalam menghadirkan manfaat nyata di tengah masyarakat. Menurutnya, pemulasaraan jenazah adalah keahlian penting yang keberadaannya semakin langka di kalangan generasi muda.

​”Kami ingin kader Ansor Lebaksiu tidak hanya aktif di organisasi, tetapi juga punya keahlian keagamaan yang praktis. Keahlian pemulasaraan jenazah ini sangat vital dan langsung bersentuhan dengan kebutuhan warga NU di tingkat ranting,” tegas Abdul Latief.

​Ia menambahkan, program pelatihan keagamaan terapan seperti ini akan terus digilir ke tiap-tiap ranting di wilayah PAC Lebaksiu. Harapannya, setiap ranting memiliki kader yang siap dan sigap membantu warga ketika ada anggota masyarakat yang berduka.

Lesbumi MWC NU Lebaksiu Kirim Kontingen ke MTQ Nasional 2026, Siap Ukir Prestasi di Kota Semarang

​Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan interaktif. Banyak kader memanfaatkan sesi tanya jawab untuk berkonsultasi mengenai penanganan kondisi-kondisi khusus dalam pemulasaraan jenazah yang sering dijumpai di lapangan. Acara kemudian diakhiri dengan ramah tamah dan doa penutup untuk keberkahan jam’iyyah Nahdlatul Ulama.