Advertisement
Home » Istiqomah 8 Tahun, Rijalul Ansor Ranting Timbangreja Kulon Hidupkan Malam Senin dengan Zikir dan Ngaji Kitab Kuning

Istiqomah 8 Tahun, Rijalul Ansor Ranting Timbangreja Kulon Hidupkan Malam Senin dengan Zikir dan Ngaji Kitab Kuning

Lebaksiu – Konsistensi dalam merawat tradisi amaliah Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) terus dibuktikan oleh Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda Ansor Timbangreja Kulon. Melalui Majlis Dzikir wa Ta’lim Rotibul Haddad Rijalul Ansor, para pemuda di desa ini secara istiqomah menggelar kegiatan rutinan setiap malam Senin (sepekan sekali).

Hebatnya, kegiatan yang memadukan syiar selawat, zikir, dan tholabul ilmi ini tercatat telah berjalan selama kurang lebih 8 tahun. Sebuah potret konsistensi pemuda lintas generasi dalam menjaga benteng spiritual desa.

Suasana Khidmat di Rumah Sahabat Fikri

Pada putaran pekan ini, majelis kembali digelar dengan bertempat di kediaman Sahabat A. Fikri Nazulhaq. Sejak ba’da Isya, puluhan pemuda berpakaian putih dan berpeci hitam mulai memadati lokasi acara.

Saat ini, Majlis Rijalul Ansor Timbangreja Kulon memiliki sekitar 30 anggota aktif yang secara bergilir dan sukarela menghadiri rutinan demi mengharapkan keberkahan serta mempererat tali silaturahmi antar-kader.

Mudzakaroh PAC Fatayat NU Lebaksiu Menggema, Ratusan Kader Perkuat Silaturahmi dan Konsolidasi Organisasi

Rangkaian Kegiatan Majelis

Untuk menjaga ruh perjuangan Ansor, susunan acara dalam majelis ini didesain secara padat dan sarat makna keislaman, yang meliputi tiga agenda utama:

Pembacaan Maulid Al-Barzanji (Iringan Terbang Jawa)

Acara diawali dengan pembacaan kisah maulid Nabi Muhammad SAW lewat kitab Al-Barzanji. Suasana terasa begitu syahdu dan menghentak kalbu berkat iringan tabuhan Terbang Jawa—sebuah kesenian alat musik hadroh klasik yang terus dilestarikan oleh kader Rijalul Ansor setempat sebagai wujud nguri-uri budaya wali songo.

Fenomenologi Kesadaran Palsu: Ketika Manusia Tidak Menyadari Kekeliruannya Sendiri

Pembacaan Rotibul Haddad

Memasuki acara inti spiritual, seluruh jamaah yang hadir bersama-sama melantunkan Wirid Rotibul Haddad karya Al-Imam Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad. Pembacaan zikir ini diniatkan untuk memohon keselamatan, keamanan, serta keberkahan bagi diri, keluarga, dan khususnya untuk masyarakat Timbangreja Kulon.

Pengajian Kitab Kuning Sulamut Taufiq

Tidak hanya berzikir, majelis ini juga membekali para kadernya dengan aspek keilmuan (syariat). Acara ditutup dengan kajian kitab kuning Sulamut Taufiq, sebuah kitab dasar yang membahas tentang ilmu tauhid, fikih ibadah, hingga tasawuf (pembersihan hati). Sesi ini menjadi ruang diskusi yang hangat bagi para sahabat Ansor untuk memperdalam bekal beragama sehari-hari.

Mudzakaroh PAC Muslimat NU Lebaksiu dan Santunan 70 Anak Yatim Berlangsung Khidmat di Musholla Baiturrohim Lebaksiu Kidul

Merawat Tradisi, Menjaga NKRI

Telah berjalan hampir sewindu, Majlis Rijalul Ansor Ranting Timbangreja Kulon membuktikan bahwa pemuda tidak hanya bisa adaptif dengan perkembangan zaman, tetapi juga mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga tradisi para ulama NU.

“Majelis ini adalah ruang kami untuk ‘mengecas’ iman sekaligus memperkuat solidaritas organisasi. Harapannya, istiqomah yang sudah berjalan 8 tahun ini bisa terus terjaga, melahirkan generasi muda yang berkarakter, berilmu, dan berakhlakul karimah,” ujar salah satu pengurus Ansor setempat.

Acara kemudian dipungkasi dengan doa bersama dan ramah tamah (mushofahah) antar sesama kader guna memupuk rasa persaudaraan (ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah Ansoriyah).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *