Home » PRNU Kambangan Gelar Lailatul Ijtima di Musholla Baetussaid, Perkuat Silaturahmi dan Khidmah Jam’iyah

PRNU Kambangan Gelar Lailatul Ijtima di Musholla Baetussaid, Perkuat Silaturahmi dan Khidmah Jam’iyah

KAMBANGAN, LEBAKSIU, TEGAL – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kambangan mengadakan kegiatan Lailatul Ijtima di Musholla Baetussaid pada Rabu, 28 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu sarana untuk mempererat tali silaturahmi antar-pengurus Nahdlatul Ulama (NU) dan masyarakat sekaligus memperkuat kebersamaan dalam menjalankan khidmah kepada umat.

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus Ranting NU Kambangan, di antaranya Rais Syuriyah K. Asrofi dan Ketua Tanfidziyah Ustaz Riyadlo. Sejumlah warga masyarakat di sekitar Musholla Baetussaid juga turut hadir untuk mengikuti kegiatan yang menjadi bagian dari tradisi keagamaan dan kebersamaan warga Nahdliyin tersebut.

Lailatul Ijtima merupakan kegiatan rutin yang memiliki arti penting dalam kehidupan organisasi Nahdlatul Ulama. Melalui kegiatan ini, para pengurus dan warga dapat berkumpul dalam suasana kekeluargaan, memperkuat hubungan antarsesama, serta menjaga kesinambungan tradisi keagamaan yang telah tumbuh di tengah masyarakat.

Kehadiran pengurus ranting bersama masyarakat menunjukkan bahwa keberadaan NU tidak dapat dipisahkan dari kehidupan warga. Organisasi keagamaan ini tumbuh dan berkembang melalui partisipasi para ulama, pengurus, tokoh masyarakat, serta jamaah yang bersama-sama menjaga tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

Mempererat Silaturahmi Pengurus dan Warga

Kegiatan Lailatul Ijtima menjadi momentum bagi pengurus PRNU Kambangan untuk terus menjalin komunikasi dan mempererat hubungan dengan masyarakat. Pertemuan semacam ini memberikan ruang bagi warga untuk berkumpul, saling mengenal, serta menjaga kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

NU Care-LAZISNU Lebaksiu Santuni Dhuafa dan Jompo di Yamansari

Rais Syuriyah PRNU Kambangan, K. Asrofi, hadir bersama Ketua Tanfidziyah, Ustaz Riyadlo, sebagai bagian dari jajaran pengurus yang menjalankan amanah organisasi. Kehadiran keduanya mencerminkan pentingnya sinergi antara kepemimpinan keagamaan dan pelaksanaan program organisasi di tingkat ranting.

Dalam perjalanan organisasi NU, hubungan antara pengurus dan jamaah menjadi unsur penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan keagamaan. Pengurus tidak hanya bertugas menggerakkan organisasi, tetapi juga merawat komunikasi, menjaga persaudaraan, serta membangun kebersamaan dengan masyarakat di lingkungan masing-masing.

Melalui forum Lailatul Ijtima, hubungan tersebut diharapkan terus terpelihara sehingga kegiatan NU dapat berjalan seiring dengan kebutuhan dan aspirasi warga.

Musholla sebagai Pusat Kegiatan Keagamaan

Dipilihnya Musholla Baetussaid sebagai tempat pelaksanaan kegiatan turut menegaskan peran musholla sebagai pusat ibadah dan ruang berkumpulnya masyarakat. Selain menjadi tempat melaksanakan salat berjamaah, musholla juga memiliki fungsi sosial dalam memperkuat ikatan persaudaraan dan menghidupkan kegiatan keagamaan di lingkungan sekitar.

MWC NU Lebaksiu Gelar Pengobatan Akupuntur Gratis, Pengurus NU Antusias Manfaatkan Layanan Kesehatan

Kegiatan yang melibatkan pengurus NU dan warga masyarakat seperti ini menjadi bagian dari upaya menjaga kehidupan keagamaan agar tetap dekat dengan masyarakat. Kebersamaan dalam kegiatan keagamaan dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan serta mendorong partisipasi warga dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Bagi warga Nahdliyin, Lailatul Ijtima juga menjadi ruang untuk merawat tradisi, memperkuat nilai-nilai keislaman, dan menjaga hubungan baik antara ulama, pengurus organisasi, serta masyarakat.

Menguatkan Khidmah NU di Tingkat Ranting

PRNU sebagai struktur organisasi NU di tingkat desa atau kelurahan memiliki peran strategis dalam menjaga kedekatan organisasi dengan jamaah. Berbagai kegiatan keagamaan yang diselenggarakan di tingkat ranting menjadi bagian dari upaya meneruskan nilai-nilai perjuangan Nahdlatul Ulama di tengah kehidupan masyarakat.

Melalui kegiatan Lailatul Ijtima, PRNU Kambangan diharapkan dapat terus menjaga semangat kebersamaan dan meningkatkan partisipasi warga dalam kegiatan keagamaan. Hubungan yang terjalin secara berkelanjutan antara pengurus dan masyarakat menjadi modal penting dalam menjalankan berbagai bentuk khidmah kepada umat.

MWC NU Lebaksiu Gelar Rutinan Ahad Pahing, Dari Pengajian Kitab hingga Program Sosial, MWC NU Lebaksiu Terus Hadir untuk Umat.

Semangat khidmah tersebut tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan ibadah, tetapi juga melalui kepedulian sosial, gotong royong, dan upaya menjaga kerukunan di lingkungan masyarakat.

Keterlibatan warga dalam kegiatan organisasi juga menjadi bagian penting dalam membangun NU yang hidup di tengah jamaah. Dengan komunikasi yang baik dan semangat persaudaraan, kegiatan di tingkat ranting dapat terus menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah.

Menjaga Tradisi dan Kebersamaan Nahdliyin

Pelaksanaan Lailatul Ijtima PRNU Kambangan di Musholla Baetussaid pada 28 Oktober 2026 menjadi momentum untuk terus merawat tradisi keagamaan dan memperkuat hubungan antara pengurus NU dengan masyarakat.

Kehadiran Rais Syuriyah K. Asrofi, Ketua Tanfidziyah Ustaz Riyadlo, jajaran pengurus ranting, dan warga sekitar memperlihatkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam kegiatan keagamaan di lingkungan Kambangan.

Diharapkan, kegiatan Lailatul Ijtima dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai sarana menjaga silaturahmi, menghidupkan tradisi keagamaan, dan memperkuat peran Nahdlatul Ulama dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, rukun, serta saling peduli.

Dengan semangat kebersamaan dan khidmah, PRNU Kambangan diharapkan terus hadir di tengah masyarakat, menjaga tradisi para ulama, serta menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan kemaslahatan umat.

Kontributor: PRNU Kambangan