Lebaksiu – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk kembali meneguhkan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah situasi bangsa yang diwarnai aksi demonstrasi dalam satu minggu kemarin, pengurus MWC NU Lebaksiu mengingatkan agar umat meneladani akhlak mulia Nabi dengan menjaga hati dan lisan, sehingga aspirasi tetap tersampaikan tanpa menimbulkan kegaduhan maupun perpecahan.
Peringatan kelahiran Rasulullah SAW bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan ajang memperdalam makna risalah kenabian. Nabi Muhammad dikenal sebagai sosok yang lembut dalam bertutur kata, bijaksana dalam menyampaikan pendapat, dan penuh kasih sayang dalam memperjuangkan kebenaran. Akhlak inilah yang seharusnya menjadi teladan di tengah dinamika sosial dan politik bangsa.
KH. Bahroni Rois Syuriah MWC NU Lebaksiu Kabupaten Tegal menegaskan bahwa menyampaikan aspirasi adalah hak setiap warga negara. Namun, mereka mengingatkan pentingnya mengedepankan etika dan akhlak dalam berdemo. “Rasulullah SAW mengajarkan bahwa sebaik-baik muslim adalah mereka yang mampu menjaga lisan dan tangannya agar tidak menyakiti orang lain. Maka dalam menyuarakan pendapat, mari tetap berpegang pada prinsip damai, santun, dan bermartabat,” ujar salah seorang tokoh NU setempat.
Menurutnya, menjaga hati berarti menghindarkan diri dari rasa benci, dendam, dan amarah berlebihan. Sementara menjaga lisan berarti mampu mengontrol ucapan agar tidak memprovokasi atau menimbulkan fitnah. Kedua hal itu sejalan dengan pesan Maulid Nabi yang menekankan akhlak mulia sebagai pondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Peringatan Maulid Nabi 1447 H di berbagai tempat di Tegal juga diisi dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa. Para jamaah berharap agar Allah SWT memberikan petunjuk dan keberkahan, sehingga Indonesia senantiasa terjaga dari perpecahan, serta para pemimpin diberi kekuatan dalam menjalankan amanah dengan adil dan bijaksana.
“Momentum Maulid ini semoga bisa menjadi penyejuk, khususnya pasca peristiwa demo di DPR. Kita doakan agar aspirasi masyarakat tersampaikan dengan baik, pemerintah mampu mendengar dengan bijak, dan masyarakat tetap menjaga persatuan,” tambahnya.
Peringatan Maulid Nabi SAW 1447 H menjadi pengingat bahwa teladan Rasulullah tidak hanya diperingati, tetapi juga harus diamalkan. Dengan menjaga hati dan lisan, umat Islam dapat berkontribusi dalam menciptakan suasana damai, rukun, dan harmonis di tengah kehidupan berbangsa.

Comment