Lebaksiu – Suasana penuh kegembiraan mewarnai masyarakat di sekitar Daerah Irigasi Gung, Kabupaten Tegal, pada hari ini, setelah Bendungan Danawarih resmi dibuka kembali pasca perbaikan yang berlangsung beberapa bulan terakhir.
Pembukaan bendungan ini menjadi kabar baik bagi ribuan petani dan warga sekitar yang sebelumnya mengalami kesulitan akibat kekeringan. Selama masa perbaikan, aliran air dari bendungan terhenti sehingga sawah mengalami kekeringan, bahkan sebagian warga harus mencari sumber air bersih dari daerah lain untuk kebutuhan sehari-hari.
“Alhamdulillah, akhirnya air bisa mengalir lagi ke sawah. Selama ini kami terpaksa menunda tanam padi karena tanah sudah retak-retak. Dengan dibukanya Bendungan Danawarih, kami bisa segera mulai menggarap lahan,” ungkap Wahyudi, seorang petani asal Timbangreja Kecamatan Lebaksiu.
Selain untuk pertanian, keberadaan air dari bendungan ini juga sangat vital bagi kebutuhan rumah tangga. Banyak warga yang mengaku bersyukur karena kini mereka tidak perlu lagi membeli air bersih dengan harga mahal.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tegal, dalam keterangannya menjelaskan bahwa perbaikan bendungan dilakukan untuk memperkuat struktur sekaligus meningkatkan kapasitas distribusi air. “Bendungan Danawarih merupakan salah satu sumber utama irigasi di Kabupaten Tegal, khususnya untuk Daerah Irigasi Gung. Setelah perbaikan, kami pastikan aliran air bisa lebih lancar dan stabil,” ujarnya.
Warga pun menyambut pembukaan bendungan ini dengan suka cita. Beberapa desa bahkan menggelar syukuran sederhana sebagai ungkapan rasa terima kasih atas kembalinya aliran air yang sangat dinantikan.
Dengan dibukanya kembali Bendungan Danawarih, diharapkan produktivitas pertanian di wilayah Kabupaten Tegal kembali meningkat. Para petani optimis musim tanam kali ini bisa berjalan sesuai jadwal, sementara masyarakat secara umum merasa lega karena kebutuhan air bersih rumah tangga sudah kembali tercukupi.
“Air adalah sumber kehidupan. Kami sangat bersyukur Bendungan Danawarih kembali dibuka. Semoga ke depan bendungan ini terus terawat dengan baik agar masyarakat tidak lagi mengalami kekeringan,” ujar Siti Aminah, warga Desa Timbangreja.

Comment