Advertisement Advertisement
Home » Musrenbang Desa Kesuben Soroti Kepadatan Lalu Lintas di Kawasan Industri

Musrenbang Desa Kesuben Soroti Kepadatan Lalu Lintas di Kawasan Industri

Kesuben, NU Lebaksiu Online– Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa Kesuben, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, yang digelar pada Rabu 24 September 2025, menyoroti persoalan lalu lintas padat di sekitar kawasan industri. Warga dan peserta musyawarah menyampaikan keluhan mengenai jam masuk kerja karyawan pabrik yang bertepatan dengan jam masuk sekolah, sehingga memicu kemacetan setiap pagi.

Peserta Musrembang RKPD 2027

Dalam forum Musrenbang, sejumlah tokoh masyarakat, perangkat desa, hingga perwakilan perempuan dan pemuda menyampaikan aspirasi. Salah satu persoalan yang paling diessoroti ialah lalu lintas padat di depan PT LEEA Footwear Indonesia dan PT Adonia. Jalan utama desa kerap dipenuhi kendaraan karyawan, angkutan barang, dan pelajar secara bersamaan.

“Setiap pagi, anak-anak sekolah dan para pekerja pabrik berangkat hampir di waktu yang sama. Akibatnya, terjadi penumpukan kendaraan dan membahayakan pengguna jalan, terutama pelajar,” ujar salah satu warga dalam forum.

Kepala Desa Kesuben menyampaikan, usulan penyesuaian waktu masuk kerja dan sekolah menjadi salah satu rekomendasi prioritas Musrenbang tahun ini. Selain itu, pihak desa juga mengusulkan peningkatan sarana lalu lintas seperti pelebaran jalan, pemasangan rambu, hingga pengaturan parkir kendaraan di sekitar area pabrik.

Sekretaris MWC NU Lebaksiu yang sekaligus anggota DPRD A. Ja’far, ST dari Fraksi PKB, yang hadir dalam Musrenbang, menegaskan pihak Pemda harus menindaklanjuti aspirasi tersebut. “Kami memahami keluhan warga. Koordinasi dengan Dinas Perhubungan, Dinas Pendidikan, dan juga pihak perusahaan akan segera dilakukan agar ditemukan solusi yang realistis,” ujarnya.

Pola Tidur Berubah saat Ramadhan, Dokter Bagikan Tips Atur Jam Istirahat

Musrenbang Desa Kesuben diakhiri dengan penyampaian berbagai usulan sektor lain, mulai dari infrastruktur, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi. Namun, masalah kemacetan di sekitar kawasan industri tetap menjadi perhatian utama karena berdampak langsung terhadap aktivitas harian warga.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *