Advertisement Advertisement
Home » Musran PRNU Ketumpukan Tetapkan K. Takhuri sebagai Rois Syuriah dan Ust. Faturahman sebagai Ketua Tanfidziyah Masa Khidmah 2026–2031

Musran PRNU Ketumpukan Tetapkan K. Takhuri sebagai Rois Syuriah dan Ust. Faturahman sebagai Ketua Tanfidziyah Masa Khidmah 2026–2031

Ketumpukan, Timbangreja — Musyawarah Ranting Nahdlatul Ulama (Musran) PRNU Ketumpukan yang berlangsung pada Jumat, 28 November 2025, di Musholla Al Maksum Ketumpukan berjalan dengan khidmat, tertib, dan penuh suasana kekeluargaan. Forum strategis ini melahirkan keputusan penting bagi masa depan organisasi, yaitu penetapan K. Takhuri sebagai Rois Syuriah dan Ustadz Faturahman sebagai Ketua Tanfidziyah PRNU Ketumpukan untuk masa khidmah 2026–2031.

Acara yang dihadiri para tokoh dan jamaah nahdliyin tersebut menjadi bukti kuatnya semangat konsolidasi organisasi di tingkat ranting. Salah satu tokoh yang turut hadir adalah Rois Syuriah MWC NU Lebaksiu, KH. Bahroni, yang memberikan arahan serta nasihat penuh hikmah kepada peserta Musran. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi, kekompakan, serta penguatan peran NU di tengah masyarakat desa.

Musran dipimpin secara langsung oleh dua tokoh yang telah berpengalaman dalam dinamika organisasi NU, yakni H. Ahmad Rifa’i dan Ahmad Subekhi. Sebagai pimpinan sidang, keduanya memastikan seluruh tahapan permusyawaratan berjalan sesuai AD/ART NU, mulai dari pembukaan, pembacaan laporan pertanggungjawaban, sidang-sidang komisi, hingga penetapan struktur kepengurusan baru. Proses berjalan mulus, demokratis, dan penuh musyawarah mufakat.

K. Takhuri, yang kembali diberi amanah sebagai Rois Syuriah, merupakan sosok ulama yang dihormati warga Ketumpukan. Keteladanan, kebijaksanaan, serta pemahaman agamanya menjadi landasan kuat bagi peserta Musran untuk mempercayakan posisi Syuriah kepadanya. Sementara itu, Ust. Faturahman dinilai memiliki energi, komitmen, serta pengalaman yang mumpuni untuk memimpin Tanfidziyah dan menggerakkan program-program PRNU Ketumpukan lima tahun ke depan.

Penetapan kepengurusan ini diharapkan mampu membawa semangat baru dalam penguatan kegiatan keagamaan, sosial, dan kemasyarakatan di tingkat desa. Para peserta musyawarah berharap kepengurusan baru dapat lebih dekat dengan jamaah, memperluas kegiatan dakwah, memperkuat kaderisasi, serta menghadirkan program-program kemaslahatan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Pola Tidur Berubah saat Ramadhan, Dokter Bagikan Tips Atur Jam Istirahat

Musran ditutup dengan doa bersama, dipimpin oleh para masyayikh, memohon agar kepengurusan masa khidmah 2026–2031 diberi keberkahan dan kemudahan dalam menjalankan amanah. Dengan semangat kebersamaan yang terbina dalam Musran ini, warga nahdliyin Ketumpukan optimis NU akan semakin solid dan hadir sebagai pilar keagamaan yang menebarkan manfaat bagi seluruh umat.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *