Babakan, 29 November 2025 — Musyawarah Ranting Nahdlatul Ulama (Musran NU) Babakan yang digelar pada Sabtu, 29 November 2025, berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan suasana kebersamaan. Forum musyawarah yang menjadi momentum penting bagi warga nahdliyin Babakan ini berhasil menetapkan kepengurusan baru PRNU Babakan untuk masa khidmah 2026–2031.
Dalam musyawarah tersebut, peserta secara bulat menetapkan KH. Muhammad Syafii Baidowi sebagai Rois Syuriah PRNU Babakan. Keilmuan, keteduhan, dan peran beliau dalam membimbing masyarakat dinilai sangat dibutuhkan untuk menjaga marwah keagamaan dan memastikan perjalanan jam’iyah tetap berada pada manhaj Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah.
Sementara itu, untuk unsur Tanfidziyah, forum sepakat mengamanahkan H. Ma’mun Munaseh sebagai Ketua Tanfidziyah PRNU Babakan masa khidmah 2026–2031. Beliau dikenal aktif dalam kegiatan sosial-keagamaan serta memiliki kedekatan yang kuat dengan masyarakat, sehingga dianggap mampu mendorong dinamika organisasi menjadi lebih progresif dan bermanfaat bagi warga.
Musran kali ini turut dihadiri tokoh-tokoh penting dari Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Lebaksiu. Rois Syuriah MWC NU Lebaksiu, KH. Bahroni, hadir memberikan arahan dan doa restu untuk kepengurusan baru. Hadir pula Wakil Ketua MWC NU Lebaksiu, KH. A. Hanafi, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa “Babakan adalah miniatur NU di Kabupaten Tegal. Kiprah dan perannya sangat ditunggu untuk kemajuan NU di Lebaksiu.” Pernyataan ini menjadi penguatan moral bahwa Babakan memiliki posisi strategis dalam perkembangan jam’iyah di wilayah tersebut.
Jalannya sidang musyawarah dipimpin oleh Sekretaris MWC NU Lebaksiu, A. Ja’far, dengan didampingi Gus Yalu Khanif sebagai sekretaris sidang serta dukungan H. Poniman Utsman. Di bawah arahan pimpinan sidang, seluruh tahapan berlangsung tertib: mulai dari pembukaan, penyampaian laporan, pembahasan komisi, hingga penetapan pengurus dilakukan dengan suasana musyawarah mufakat.
Menambah khidmatnya acara, hadir pula PJ Kepala Desa Jatimulya, Hj. Umi Faizah, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi NU di wilayah Jatimulya, khususnya di Pedukuhan Babakan. Ia menyebut bahwa Babakan—yang merupakan lingkungan Pondok Pesantren Mahaduttolabah—mempunyai peran penting dalam menanamkan pendidikan agama, nilai sosial, dan semangat kebersamaan di masyarakat.
Para peserta Musran berharap kepengurusan yang baru dapat semakin memperkuat peran organisasi di masyarakat, mulai dari penguatan kegiatan keagamaan, sosial kemasyarakatan, hingga pemberdayaan generasi muda. Dengan komposisi pengurus yang solid dan dukungan penuh dari warga nahdliyin, PRNU Babakan diharapkan mampu berkiprah lebih luas dan menjadi teladan bagi ranting-ranting NU lainnya.
Acara ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan dan kelancaran bagi para pengurus terpilih dalam menjalankan amanah untuk lima tahun mendatang. Musran NU Babakan 2025 menjadi tonggak penting yang meneguhkan Babakan sebagai salah satu ranting yang berperan signifikan dalam menguatkan NU di Kabupaten Tegal.

Comment