Dukuhdamu, 6 Desember 2025 — Musyawarah Ranting Nahdlatul Ulama (Musran NU) Desa Dukuhdamu menetapkan dua figur penting untuk memimpin roda organisasi pada periode mendatang. Secara mufakat, forum Musran meneguhkan KH. Mohammad Maksum sebagai Rois Syuriah PRNU Dukuhdamu, dan memilih Ust. Moh Mun’im sebagai Ketua Tanfidziyah PRNU Dukuhdamu. Keputusan ini tercapai melalui mekanisme permusyawaratan yang berjalan tertib, lancar, dan penuh kekhidmatan di Sekretariat PRNU Dukuhdamu, Sabtu malam, 6 Desember 2025.
Suasana Musran sejak awal berlangsung dengan nuansa kebersamaan dan semangat memperkuat jam’iyyah Nahdlatul Ulama di tingkat ranting. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Pengurus MWC NU Lebaksiu, yaitu Sekretaris A. Ja’far, Wakil Sekretaris Moh. Subehi, dan Bendahara Mualim Zuhri, yang memberikan arahan sekaligus pendampingan terhadap proses jalannya musyawarah.
Selain unsur MWC, hadir pula Kepala Desa Dukuhdamu, menandakan kuatnya dukungan pemerintahan desa terhadap gerakan keagamaan dan sosial NU.
Pantauan di lokasi menunjukkan keterlibatan aktif dari 16 perwakilan pengurus masjid dan musholla se-Desa Dukuhdamu, yang menjadi basis penting dalam penyelenggaraan kegiatan keagamaan masyarakat. Kehadiran elemen Badan Otonom (Banom) seperti GP Ansor, IPNU, IPPNU, Fatayat NU, dan Muslimat NU semakin menegaskan bahwa Musran ini bukan sekadar agenda formal, melainkan momentum konsolidasi seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama di Dukuhdamu.
LPJ Kepengurusan 2021–2026: Transparansi dan Pendataan Aset
Sebelum proses pemilihan berlangsung, forum Musran mendengarkan penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Kepengurusan 2021–2026. Dalam laporan tersebut, pengurus menjelaskan secara rinci program-program yang telah dijalankan, langkah strategis, serta evaluasi atas sejumlah kegiatan jam’iyyah di tingkat ranting.
Salah satu poin penting dalam LPJ adalah pendataan aset organisasi, khususnya inventaris berupa 115 bangku/kursi duduk yang berada di area makbaroh. Fasilitas tersebut selama ini digunakan untuk membantu jamaah yang melakukan ziarah kubur, terutama pada momen-momen tertentu seperti haul, ziarah rutinan, atau menjelang Ramadan dan Syawal. Pendataan aset ini dinilai krusial untuk memastikan keberlangsungan perawatan dan pemanfaatannya bagi masyarakat luas.
Selain pendataan aset, pengurus periode sebelumnya juga mencantumkan laporan keuangan secara detail dan transparan, mulai dari penerimaan, penggunaan dana operasional, hingga laporan infaq program kegiatan. Hal ini diapresiasi peserta Musran sebagai bentuk akuntabilitas yang membangun kepercayaan jamaah terhadap manajemen organisasi.
Rois Syuriah dan Ketua Tanfidziyah Terpilih: Harapan Baru untuk Jamaah
Forum Musran kemudian secara mufakat menetapkan KH. Mohammad Maksum sebagai Rois Syuriah PRNU Dukuhdamu. Sosok ulama kharismatik ini dikenal sebagai tokoh yang berpengaruh dalam pembinaan keagamaan masyarakat, serta memiliki komitmen kuat dalam menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
Sementara itu, Ust. Moh Mun’im dipercaya sebagai Ketua Tanfidziyah untuk memimpin jalannya organisasi secara struktural. Dengan rekam jejak aktif dalam kegiatan-kegiatan NU di Dukuhdamu, ia diharapkan dapat memperkuat sinergi antara ranting, MWC, banom, serta lembaga-lembaga keagamaan di tingkat desa.
Para peserta Musran menyambut baik keputusan ini, karena dinilai mencerminkan keseimbangan antara kepemimpinan spiritual dan kepemimpinan struktural. Dengan kolaborasi antara Rois Syuriah dan Ketua Tanfidziyah, PRNU Dukuhdamu diyakini mampu menjalankan program-program yang lebih efektif, responsif, dan menyentuh kebutuhan jamaah.
Penutup: Konsolidasi NU untuk Masyarakat Dukuhdamu
Musran NU Dukuhdamu ditutup dengan syukur dan harapan agar kepengurusan baru dapat meneruskan tradisi baik pengurus sebelumnya. Konsolidasi organisasi di tingkat ranting ini menjadi pondasi penting penguatan peran NU dalam bidang keagamaan, sosial, kemasyarakatan, dan pendidikan.
Dengan semangat kebersamaan dan mufakat yang mengiringi jalannya Musran, keluarga besar Nahdlatul Ulama Dukuhdamu optimis bahwa perjalanan organisasi ke depan akan semakin solid dan membawa manfaat yang lebih luas bagi umat.
—
By djaf

Comment