Kambangan, 6 Desember 2025 — Gelaran Musyawarah Ranting Nahdlatul Ulama (Musran NU) Desa Kambangan berlangsung meriah dan sarat dinamika. Bertempat di Gedung Serba Guna NU Kambangan, forum permusyawaratan tersebut menetapkan K. Asrofi sebagai Rois Syuriah dan Ust. Riyadlo sebagai Ketua Tanfidziyah PRNU Kambangan untuk masa khidmat 2026–2031 melalui keputusan mufakat dari seluruh peserta.
Musran dimulai pada Sabtu malam dengan dihadiri jajaran pimpinan Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Lebaksiu. Hadir Ketua Tanfidziyah MWC NU Lebaksiu, Ust. Syaiful Amal, yang memberikan arahan penting mengenai penguatan organisasi di tingkat ranting. Selain itu, hadir pula Awan H. Masykuri, Wakil Sekretaris MWC NU Affan Muzakki, serta Wakil Bendahara H. Mustofa, yang turut menyaksikan jalannya musyawarah sekaligus memastikan proses berlangsung sesuai mekanisme organisasi.
Dihadiri Banom NU Lengkap dan Pemerintah Desa
Musran NU Kambangan kali ini menjadi salah satu yang paling meriah. Seluruh Badan Otonom NU hadir lengkap, meliputi Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, IPNU, dan IPPNU. Kehadiran mereka memperlihatkan kekompakan serta keseriusan seluruh elemen Nahdliyin dalam menyongsong kepengurusan baru yang lebih kuat dan berdaya guna.
Tak hanya banom, Kepala Desa Kambangan juga turut hadir dan memberikan dukungan moral terhadap penyelenggaraan Musran. Kehadiran pemerintah desa menandakan sinergi yang terjalin baik antara struktur NU ranting dengan perangkat desa dalam memajukan kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat Kambangan.
Pembukaan yang Khidmat: Tilawah Pelajar Berprestasi & Paduan Suara Fatayat
Acara Musran dibuka secara khidmat dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Aisyatussyifa, siswi kelas 9 SMPN 2 Lebaksiu di Kambangan, yang dikenal memiliki kemampuan tilawah mumpuni. Suara merdu peserta didik tersebut mengundang kekhusyukan sekaligus mengiringi harapan agar Musran berjalan penuh keberkahan.
Setelah itu, Paduan Suara Fatayat NU Kambangan tampil anggun dan penuh semangat membawakan dua lagu pembangkit nasionalisme: Indonesia Raya dan Yalal Wathon. Penampilan tersebut mendapatkan apresiasi besar dari para hadirin, sehingga menambah suasana Musran menjadi lebih hidup dan berwibawa.
Dinamika Musyawarah: Interupsi, Masukan, dan Transparansi LPJ
Memasuki agenda inti Musran, diskusi berlangsung dinamis. Banyak interupsi dari peserta, yang mencerminkan tingginya partisipasi jamaah dalam proses pembahasan. Interupsi tersebut terutama menyoroti dua hal utama:
1. Permintaan agar LPJ dibacakan secara lengkap, termasuk seluruh program kegiatan, capaian, bentuk kerja sama, dan evaluasi selama masa khidmat sebelumnya.
2. Keinginan agar laporan keuangan ditampilkan secara transparan dan detail, meliputi pemasukan, pengeluaran, serta alokasi anggaran untuk kegiatan keagamaan, sosial, dan operasional ranting.
Meski diskusi berlangsung panjang dan beberapa kali memanas, suasana secara keseluruhan tetap dihiasi nuansa kekeluargaan dan penghargaan antarpeserta. Setiap usulan ditampung, setiap interupsi direspons, dan setiap kritik disikapi dengan lapang dada sesuai tradisi musyawarah ala Nahdlatul Ulama.
Transparansi LPJ dan laporan keuangan menjadi poin penting yang dihargai oleh peserta, karena dianggap sebagai fondasi penting dalam menjaga kepercayaan jamaah terhadap manajemen organisasi.
Keputusan Mufakat: K. Asrofi dan Ust. Riyadlo Pimpin PRNU Kambangan
Setelah melalui diskusi panjang, forum Musran mencapai mufakat untuk menetapkan:
K. Asrofi sebagai Rois Syuriah PRNU Kambangan
Ust. Riyadlo sebagai Ketua Tanfidziyah PRNU Kambangan
untuk masa khidmat 2026–2031
Penetapan dua tokoh ini disambut baik oleh seluruh peserta. K. Asrofi dikenal sebagai ulama yang teguh menjaga tradisi keagamaan dan menjadi rujukan masyarakat Kambangan dalam persoalan fiqih dan keagamaan. Sementara itu, Ust. Riyadlo dikenal aktif di kegiatan-kegiatan NU dan memiliki semangat menggerakkan anak muda untuk lebih peduli terhadap jam’iyyah.
Kombinasi keduanya diyakini mampu membawa PRNU Kambangan memasuki periode kepengurusan yang lebih solid, melanjutkan program-program sebelumnya, serta menghadirkan inovasi baru untuk menjawab tantangan keumatan di tingkat desa.
Penutup: Harapan Baru untuk NU Kambangan
Musran NU Kambangan 2025 menjadi momentum konsolidasi dan kebangkitan peran organisasi di tengah masyarakat. Dengan kehadiran para tokoh, banom, pelajar, pengurus masjid, dan perangkat desa, forum ini menunjukkan kuatnya ikatan struktural dan kultural warga Nahdliyin di Kambangan.
Musran ditutup dengan doa bersama, memohon agar kepengurusan yang baru diberi kemudahan dalam menjalankan amanah mulia untuk kemaslahatan umat, serta mampu menjaga marwah Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan dan sosial yang rahmatan lil ‘alamin.
—
By djaf

Comment