Timbangreja, NULebaksiuOnline— Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Timbangreja Wetan kembali meneguhkan arah khidmat organisasi melalui pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) pada Ahad malam, 7 Desember 2025. Kegiatan berlangsung di Musholla Al-Husain Jrakah, Desa Timbangreja, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai dengan suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan.
Dalam forum musyawarah tersebut, peserta secara bulat menetapkan kembali K. M. Lutfi Amin sebagai Rois Syuriah, serta Ust. Muslim Mahfudz sebagai Ketua Tanfidziyah Ranting NU Timbangreja Wetan untuk masa khidmat 2026–2031. Penetapan kembali kedua tokoh ini mencerminkan tingginya kepercayaan warga nahdliyin terhadap kepemimpinan mereka yang dinilai berhasil menjaga kesinambungan program dan memperkuat peran NU di masyarakat.
Musran NU tersebut dihadiri jajaran pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Lebaksiu, yaitu Rois Syuriah KH. Bahroni, KH. Amirudin Umar, Wakil Ketua Tanfidziyah Gus Ya’lu Khanif, serta Wakil Sekretaris Ust. Affan Muzakki. Kehadiran mereka memberikan dukungan sekaligus arahan strategis agar NU di tingkat ranting mampu menjadi garda terdepan dalam pelayanan keumatan dan penguatan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
Sejumlah badan otonom NU juga hadir, antara lain Fatayat NU, Muslimat NU, dan GP Ansor, yang menunjukkan soliditas organisasi dan kesiapan untuk terus bersinergi dalam menjalankan program sosial, pendidikan, dan keagamaan di Timbangreja Wetan.
Acara diawali dengan pembacaan tahlil untuk para muassis NU, kemudian dilanjutkan laporan pertanggungjawaban pengurus lama yang disampaikan secara jelas dan diterima oleh forum. Proses pemilihan berjalan lancar dalam suasana musyawarah dan mufakat, menunjukkan kedewasaan organisasi dan kuatnya tradisi bermusyawarah di lingkungan NU.
Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah terpilih, Ust. Muslim Mahfudz, menegaskan bahwa Ranting NU Timbangreja Wetan memiliki potensi besar dalam penguatan program masyarakat. “Potensi pemberdayaan masyarakat di Timbangreja Wetan sangat tinggi. Warga kita kuat dalam kultur NU, memiliki semangat kebersamaan, dan mudah digerakkan untuk kegiatan keagamaan maupun sosial. Modal ini harus kita optimalkan untuk kemaslahatan bersama,” ujarnya.
Beliau juga menambahkan bahwa kolaborasi antar-banom dan lembaga akan menjadi kunci untuk memperluas pelayanan NU di bidang dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi. Dengan dasar kultur masyarakat yang kuat, program NU diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan menyentuh kebutuhan warga secara lebih dekat.
Sementara itu, Rois Syuriah terpilih, K. M. Lutfi Amin, mengajak seluruh warga nahdliyin untuk menjaga kekompakan dan niat tulus dalam berkhidmat. “Mengurus NU adalah ibadah. Mari kita rawat tradisi, perkuat ukhuwah, dan terus hadirkan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Dengan tuntasnya pelaksanaan Musran NU Tahun 2025 ini, warga Timbangreja Wetan pun menyambut optimisme baru. Masa khidmat 2026–2031 diharapkan menjadi periode penguatan organisasi, peningkatan kaderisasi, serta pengembangan program-program yang benar-benar menyentuh kebutuhan umat.
—
By djaf

Comment