Semarang, NU Online Jateng
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah menggelar acara Halal Bihalal sekaligus launching program NU Peduli Pendidikan pada Kamis (9/4/2026) di Mutiara Garden Setos Hotel. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam upaya penguatan infrastruktur pendidikan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, Abdul Ghaffar Rozin, dalam sambutannya menegaskan pentingnya sektor pendidikan sebagai prioritas utama organisasi. Ia menyampaikan bahwa Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU saat ini menaungi kurang lebih 5.000 sekolah, sehingga pendidikan menjadi sektor strategis yang harus mendapatkan perhatian serius.
“Kita sedang meluncurkan sebuah program yang sangat penting, yaitu di bidang pendidikan. Jika kita ingin kader-kader kita mampu berperan dalam bonus demografi menuju Indonesia Emas tanpa terjebak pada kekhawatiran Indonesia Cemas. Maka hal pertama yang harus kita sentuh adalah pendidikan,” ujarnya.
Bangun Balai Diklat di Karanganyar Ia menekankan bahwa kepedulian terhadap pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi harus menjadi komitmen bersama seluruh pengurus, baik di tingkat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) maupun PWNU. Menurutnya, kepedulian tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang unggul, berdaya saing, dan berakhlak.
Lebih lanjut, Gus Rozin menjelaskan bahwa meskipun sarana dan prasarana seperti gedung sekolah dan perangkat teknologi memiliki peran penting, terdapat aspek yang jauh lebih mendasar dalam menentukan kualitas pendidikan, yakni kapasitas guru. “Guru adalah kunci utama. Tanpa guru yang berkualitas, fasilitas yang baik tidak akan memberikan hasil yang optimal,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa berbagai upaya peningkatan kapasitas guru telah dilakukan bersama LP Ma’arif NU, mulai dari pelatihan, peningkatan kompetensi, hingga program pengembangan lainnya. Namun, ke depan, langkah-langkah tersebut perlu diperkuat, diperluas, dan dilakukan secara berkelanjutan.
Menurutnya, jika ingin menghasilkan output pendidikan yang berkualitas, maka yang harus dibenahi terlebih dahulu adalah aspek hulu, yakni para guru sebagai pelaku utama dalam proses pendidikan. “Jika kita menginginkan hasil atau produk pendidikan yang baik, maka yang harus kita benahi terlebih dahulu adalah pabriknya, yaitu para guru,” pungkasnya. Melalui program NU Peduli Pendidikan, PWNU Jawa Tengah berharap dapat mendorong peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh, sekaligus menyiapkan generasi masa depan yang siap menghadapi tantangan global.
Editor: Lukman Hakim
Penulis: Septy Aisah
___
Download NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap! https://nu.or.id/superapp (Android/iOS)

Komentar