Advertisement Advertisement
Home » MWC NU Lebaksiu Istiqamah Gelar Ngaji Malam Sabtu, KH Bahroni Pimpin Kajian Keislaman dan Penguatan Aswaja

MWC NU Lebaksiu Istiqamah Gelar Ngaji Malam Sabtu, KH Bahroni Pimpin Kajian Keislaman dan Penguatan Aswaja

Lebaksiu – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Lebaksiu terus menghidupkan tradisi keilmuan yang telah menjadi ciri khas Nahdlatul Ulama melalui kegiatan ngaji rutin setiap malam Sabtu. Kegiatan yang diselenggarakan secara istiqamah tersebut diasuh langsung oleh Rais Syuriyah MWC NU Lebaksiu, KH Bahroni, dan diikuti oleh jajaran pengurus, tokoh masyarakat, warga Nahdliyin, serta generasi muda dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Lebaksiu.

Kegiatan ngaji malam Sabtu ini menjadi salah satu program unggulan MWC NU Lebaksiu dalam upaya memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat sekaligus menjaga tradisi keilmuan pesantren yang diwariskan para ulama Ahlussunnah wal Jamaah. Di tengah derasnya arus informasi dan berbagai tantangan sosial keagamaan, pengajian rutin tersebut diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang mampu menghadirkan pemahaman Islam yang moderat, santun, dan berakar kuat pada tradisi ulama.

Sejak dimulai, kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Jamaah yang hadir tidak hanya berasal dari kalangan pengurus NU, tetapi juga para santri, guru madrasah, pemuda, hingga masyarakat umum yang memiliki semangat untuk memperdalam ilmu agama. Suasana kekeluargaan dan kebersamaan selalu terasa dalam setiap pelaksanaan pengajian.

Acara biasanya diawali dengan pembacaan tawassul kepada para masyayikh, dilanjutkan dengan pembacaan tahlil, shalawat, dan doa bersama. Setelah itu, jamaah mengikuti kajian kitab yang disampaikan oleh KH Bahroni dengan metode yang mudah dipahami namun tetap menjaga kedalaman substansi keilmuan. Dalam penyampaiannya, beliau tidak hanya menjelaskan makna teks kitab, tetapi juga mengaitkannya dengan realitas kehidupan masyarakat saat ini.

Menurut KH Bahroni, tradisi mengaji merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga keberlangsungan ajaran Islam yang bersumber dari Al-Qur’an, Hadis, ijma’ ulama, dan khazanah keilmuan pesantren. Karena itu, budaya belajar agama tidak boleh berhenti hanya karena kesibukan duniawi.

Selamat Dan Sukses Pelantikan Dan Pengukuhan Lembaga MWC NU Masa Khidmat 2026-2031

“Ngaji adalah kebutuhan ruhani umat. Melalui ngaji, kita belajar mengenal Allah, memahami syariat-Nya, memperbaiki akhlak, dan menata kehidupan agar senantiasa berada dalam jalan yang diridhai-Nya. Karena itu, majelis ilmu harus terus dihidupkan,” tutur beliau dalam salah satu kesempatan.

Dalam berbagai pertemuan, KH Bahroni juga kerap menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara ibadah ritual, akhlak sosial, dan kecintaan kepada bangsa. Menurutnya, Islam yang diajarkan para ulama NU adalah Islam yang mengedepankan rahmat, persatuan, dan kemaslahatan bersama.

Kegiatan ngaji malam Sabtu juga menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah di tengah masyarakat. Jamaah yang berasal dari latar belakang berbeda dapat berkumpul dalam satu majelis ilmu, saling mengenal, dan mempererat tali persaudaraan. Nilai-nilai kebersamaan inilah yang selama ini menjadi kekuatan utama NU dalam membangun kehidupan sosial kemasyarakatan.

Selain memperdalam pemahaman agama, forum pengajian tersebut juga menjadi ruang kaderisasi yang penting bagi generasi muda Nahdliyin. Kehadiran pemuda dalam majelis ilmu menjadi harapan tersendiri bagi para pengurus MWC NU Lebaksiu untuk melanjutkan estafet perjuangan ulama dan menjaga keberlangsungan organisasi di masa mendatang.

PAC GP Ansor Lebaksiu adakan Qurban Keliling

Pengurus MWC NU Lebaksiu menilai bahwa tantangan dakwah saat ini semakin kompleks. Karena itu, penguatan literasi keagamaan melalui forum pengajian menjadi langkah strategis agar masyarakat memperoleh pemahaman Islam yang benar, moderat, dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai paham yang menyimpang dari tradisi Ahlussunnah wal Jamaah.

Antusiasme jamaah yang terus meningkat dari waktu ke waktu menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap majelis ilmu masih sangat tinggi. Banyak jamaah mengaku mendapatkan ketenangan batin, tambahan wawasan keagamaan, serta motivasi untuk meningkatkan kualitas ibadah setelah mengikuti pengajian rutin tersebut.

Melalui kegiatan ngaji malam Sabtu yang diasuh langsung oleh KH Bahroni, MWC NU Lebaksiu berharap tradisi keilmuan yang menjadi warisan para ulama dapat terus tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat. Dengan ilmu yang benar, akhlak yang mulia, dan semangat kebersamaan, warga Nahdliyin diharapkan mampu berkontribusi dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berkemajuan.

“Al-‘ilmu hayâtul qulûb wa nûrul bashâ’ir”—ilmu adalah kehidupan bagi hati dan cahaya bagi pandangan. Semangat itulah yang terus dirawat oleh MWC NU Lebaksiu melalui pengajian rutin malam Sabtu sebagai ikhtiar menjaga tradisi, merawat umat, dan melanjutkan perjuangaán para ulama.

LPBI PBNU Gaungkan Ekokurban 2026, Wadah Ramah Lingkungan dan Kelola Limbah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *