Advertisement
Home » MWC NU Lebaksiu tetapkan Garis Besar Program Kerja 2026-2031

MWC NU Lebaksiu tetapkan Garis Besar Program Kerja 2026-2031

Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Lebaksiu resmi menyusun Garis Besar Program Kerja Masa Khidmah 2026–2031 sebagai langkah strategis untuk memperkuat khidmah organisasi dan pelayanan kepada umat. Program kerja yang mengusung tema “Membumikan Khidmah, Menggerakkan Potensi: Optimalisasi Layanan Jam’iyah untuk Kemaslahatan Umat” tersebut menjadi arah perjuangan MWC NU Lebaksiu dalam lima tahun ke depan.

Ketua Tanfidziyah MWC NU Lebaksiu, Syaiful Amal menegaskan bahwa program kerja ini dirancang untuk menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat peran Nahdlatul Ulama di tengah masyarakat. Menurutnya, NU harus hadir bukan hanya sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga menjadi penggerak sosial, ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan umat.

“MWC NU Lebaksiu harus mampu menjadi organisasi yang tertib administrasi, kuat dalam pelayanan, serta hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, seluruh program dirancang berbasis kebutuhan warga Nahdliyin,” ujarnya.

Sementara itu, Rois Syuriah MWC NU Lebaksiu, KH. Bahroni menekankan pentingnya menjaga marwah Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyyah di tengah derasnya arus perubahan sosial dan perkembangan teknologi. Ia berharap seluruh jajaran pengurus, mulai tingkat MWC hingga ranting dan anak ranting, dapat istiqomah menjaga tradisi keagamaan NU sekaligus memperkuat pendidikan pesantren dan masjid sebagai benteng ideologi Aswaja.

“NU harus tetap menjadi penjaga tradisi Islam moderat yang ramah, santun, dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat,” tutur beliau.

MtsN 3 Tegal di Lebaksiu Lor sebagai tempat pelantikan Pengurus MWC NU Lebaksiu dan Musyawarah Kerja 1 masa khidmah 2026-2031

Dalam dokumen program kerja tersebut dijelaskan bahwa visi MWC NU Lebaksiu periode 2026–2031 adalah mewujudkan NU Lebaksiu sebagai Jam’iyyah Diniyyah Ijtima’iyyah yang mandiri, tertib organisasi, dan menghadirkan layanan nyata bagi kesejahteraan warga. Adapun misinya meliputi penguatan tata kelola organisasi berbasis digital, menjaga spiritualitas jamaah, mencetak kader militan, memperkuat pendidikan Ma’arif, meningkatkan perlindungan hukum warga, hingga mendorong kemandirian ekonomi dan pelayanan kesehatan masyarakat.

Sekretaris MWC NU Lebaksiu, A. Ja’far menjelaskan bahwa penguatan manajemen organisasi menjadi prioritas utama. Melalui Komisi A, MWC NU akan melakukan penataan ulang struktur kepengurusan mulai dari tingkat MWC, ranting hingga anak ranting sesuai AD/ART terbaru. Selain itu, digitalisasi data keanggotaan melalui sistem SISNU dan SIPNU juga akan dipercepat untuk menciptakan administrasi organisasi yang lebih tertib dan modern.

Program lain yang menjadi perhatian adalah legalisasi aset organisasi melalui LWPNU, termasuk percepatan sertifikasi tanah wakaf masjid, musholla, madrasah, dan kantor NU agar memiliki perlindungan hukum yang kuat.

Di bidang keagamaan dan pesantren, Katib Syuriah MWC NU Lebaksiu, KH. A. Hanafi Rahmat menyampaikan bahwa NU Lebaksiu akan memperkuat kegiatan Bahtsul Masail, dakwah tradisional, serta pembinaan pesantren dan masjid-musholla NU. Forum Bahtsul Masail rutin akan digelar untuk menjawab persoalan fikih kontemporer masyarakat, sementara kegiatan keagamaan seperti Lailatul Ijtima’, yasinan, tahlil, dan manaqiban akan terus digalakkan di seluruh tingkatan kepengurusan.

MWC NU Lebaksiu Mantapkan Visi 2026–2031: Gelar Pra-Musker dan Persiapan Pelantikan Pengurus

Selain itu, MWC NU Lebaksiu juga berkomitmen memperkuat jaringan pondok pesantren melalui RMINU serta memberdayakan remaja masjid untuk menjaga masyarakat dari pengaruh paham radikal dan gerakan transnasional.

Pada bidang pengkaderan dan pendidikan, MWC NU Lebaksiu akan mengembangkan sistem kaderisasi terpadu melalui Lakpesdam, memperkuat literasi digital, serta membangun media dakwah berbasis teknologi informasi. Di bidang pendidikan, LP Ma’arif NU didorong untuk meningkatkan kualitas lembaga pendidikan hingga bertaraf internasional serta memperkuat pembelajaran ke-NU-an di sekolah dan madrasah.

Pelestarian budaya lokal juga menjadi perhatian serius melalui Lesbumi NU dengan pengembangan seni hadroh, samroh, dan tradisi kultural lainnya sebagai media dakwah yang dekat dengan generasi muda Nahdliyin.

Sementara di sektor ekonomi, sosial, dan kesehatan, MWC NU Lebaksiu akan mengoptimalkan peran LPNU, LPPNU, LAZISNU, LKNU, dan lembaga lainnya untuk membangun kemandirian ekonomi warga, memperkuat ketahanan pangan petani, serta menghadirkan layanan kesehatan dan sosial yang lebih maksimal. Salah satu program unggulan adalah optimalisasi Klinik Kesehatan MWC NU Lebaksiu dan layanan ambulans siaga 24 jam bagi masyarakat.

PR NU Dukuhlo Wetan Gelar Lailatul Ijtima untuk mempererat silaturrahmi dan menguatkan Jam’iyyah

Selain itu, Gerakan Koin NU juga akan diperkuat secara transparan untuk mendukung santunan yatim, dhuafa, beasiswa pendidikan, serta penanggulangan bencana dan pencegahan stunting di wilayah Kecamatan Lebaksiu.

Dengan tersusunnya Garis Besar Program Kerja Masa Khidmah 2026–2031 ini, MWC NU Lebaksiu berharap seluruh jajaran pengurus dan warga Nahdliyin dapat bergerak bersama membangun organisasi yang semakin solid, mandiri, dan mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Semangat khidmah dan pengabdian kepada umat diharapkan menjadi fondasi utama dalam menjalankan roda organisasi NU di Kecamatan Lebaksiu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *