Advertisement
Home » MtsN 3 Tegal di Lebaksiu Lor sebagai tempat pelantikan Pengurus MWC NU Lebaksiu dan Musyawarah Kerja 1 masa khidmah 2026-2031

MtsN 3 Tegal di Lebaksiu Lor sebagai tempat pelantikan Pengurus MWC NU Lebaksiu dan Musyawarah Kerja 1 masa khidmah 2026-2031

Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Tegal resmi ditetapkan sebagai lokasi pelantikan Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Lebaksiu Masa Khidmah 2026–2031 sekaligus menjadi tempat penyelenggaraan Musyawarah Kerja I (Musker I) MWC NU Lebaksiu. Kegiatan besar organisasi Nahdlatul Ulama tingkat kecamatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Ahad, 14 Juni 2026 mendatang.

Pelantikan pengurus akan dilaksanakan di halaman indoor MTsN 3 Tegal yang dinilai representatif untuk menampung para pengurus, tokoh ulama, badan otonom, lembaga NU, serta tamu undangan dari berbagai unsur masyarakat dan pemerintahan.

Sementara itu, kegiatan Musyawarah Kerja I akan menempati sejumlah ruang kelas yang telah disediakan pihak madrasah sebagai tempat sidang komisi. Dalam forum musyawarah tersebut, peserta akan dibagi ke dalam empat komisi utama sesuai bidang program kerja organisasi yang telah disusun sebelumnya.

Ketua Tanfidziyah MWC NU Lebaksiu, Syaiful Amal menyampaikan bahwa pemilihan MTsN 3 Tegal sebagai lokasi kegiatan merupakan hasil koordinasi bersama berbagai pihak, mengingat fasilitas yang memadai serta lingkungan yang mendukung kelancaran acara.

“Kami bersyukur MTsN 3 Tegal siap menjadi tuan rumah kegiatan pelantikan dan Musyawarah Kerja I MWC NU Lebaksiu. Tempat ini sangat representatif, baik untuk acara seremonial pelantikan maupun sidang-sidang komisi yang membutuhkan ruang khusus,” ujarnya.

MWC NU Lebaksiu tetapkan Garis Besar Program Kerja 2026-2031

Menurutnya, Musyawarah Kerja I menjadi momentum penting untuk merumuskan arah gerak organisasi selama masa khidmah 2026–2031. Melalui forum tersebut, seluruh pengurus diharapkan mampu menyusun langkah strategis dan program prioritas yang menyentuh kebutuhan warga Nahdliyin di Kecamatan Lebaksiu.

Rois Syuriah MWC NU Lebaksiu, KH. Bahroni menegaskan bahwa pelantikan bukan hanya seremoni pergantian kepengurusan, melainkan awal dari amanah besar untuk menjalankan khidmah kepada umat dan menjaga marwah organisasi Nahdlatul Ulama.

“Pelantikan ini harus menjadi titik awal pengabdian yang sungguh-sungguh. Pengurus NU harus mampu hadir di tengah masyarakat dengan membawa manfaat, menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah, dan memperkuat persatuan umat,” tutur beliau.

Adapun Musyawarah Kerja I nantinya akan dibagi dalam empat komisi pembahasan program kerja. Komisi A membahas bidang manajemen organisasi, kelembagaan, dan kesekretariatan. Komisi B fokus pada bidang diniyah, keagamaan, dan pesantren. Komisi C membahas pengkaderan, pengembangan SDM, pendidikan, advokasi, dan kebudayaan. Sedangkan Komisi D akan membahas bidang ekonomi, sosial, dan kesehatan.

MWC NU Lebaksiu Mantapkan Visi 2026–2031: Gelar Pra-Musker dan Persiapan Pelantikan Pengurus

Sekretaris MWC NU Lebaksiu, A. Ja’far menjelaskan bahwa seluruh ruang kelas telah dipetakan sesuai kebutuhan masing-masing komisi agar proses sidang berjalan efektif dan tertib.

“Setiap komisi akan membahas program secara detail dan menghasilkan rekomendasi kerja yang nantinya menjadi pedoman resmi organisasi selama lima tahun ke depan,” jelasnya.

Sementara itu, Katib Syuriah MWC NU Lebaksiu, KH. A. Hanafi Rahmat berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh semangat musyawarah dan kekeluargaan sebagaimana tradisi yang dijaga di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Pihak panitia juga terus melakukan berbagai persiapan teknis mulai dari penataan lokasi pelantikan, pembagian ruang sidang komisi, penyusunan tata acara, hingga koordinasi dengan lembaga dan badan otonom NU se-Kecamatan Lebaksiu.

PR NU Dukuhlo Wetan Gelar Lailatul Ijtima untuk mempererat silaturrahmi dan menguatkan Jam’iyyah

Pelantikan dan Musyawarah Kerja I MWC NU Lebaksiu ini diproyeksikan menjadi momentum konsolidasi besar organisasi guna memperkuat tata kelola jam’iyah, mempererat sinergi antar pengurus, serta meneguhkan komitmen pelayanan kepada masyarakat. Dengan dukungan seluruh elemen Nahdliyin, kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan program-program kerja yang visioner, realistis, dan memberikan kemaslahatan nyata bagi umat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *