Advertisement Advertisement
Home » Wakil Ketua PWNU Jateng: Syariat, Tarekat, dan Hakikat Harus Menjadi Jalan Khidmah NU

Wakil Ketua PWNU Jateng: Syariat, Tarekat, dan Hakikat Harus Menjadi Jalan Khidmah NU

Tegal, NU Online Jateng

Peringatan Hari Lahir Klinik Pratama NU Jatinegara dirangkai dengan pelantikan pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Jatinegara masa khidmat 2026–2031, Ahad (12/4/2026). Kegiatan yang digelar di halaman Klinik Pratama NU Jatinegara ini dihadiri jajaran PWNU Jawa Tengah, PCNU Kabupaten Tegal, serta tamu undangan lintas daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah, Prof Hasyim Muhammad, hadir mewakili Ketua PWNU Jawa Tengah Abdul Ghaffar Rozin. Ia menyampaikan tausiyah tentang pentingnya memahami thariqah sebagai jalan khidmah dalam kehidupan warga Nahdliyin. Dalam paparannya, ia menekankan integrasi antara syariat, tarekat, dan hakikat dalam kehidupan berjam’iyah serta pengabdian sosial.

“Orang NU itu biasanya sejak dulu suka aktif di thoriqoh, dithoriqoh itu macem-macem. Kalau di Jawa Tengah, saya tidak tahu tapi di Jatinegara termasuk yang aktif atau tidak” ujarnya.

Ia juga mengisahkan pengalamannya mempelajari kitab Hidayatul Adzkiya saat mondok, yang menurutnya sangat menginspirasi dalam memahami perjalanan spiritual. “Intinya begini, amal itu tidak cukup hanya dengan syariat, kalau hanya shalat saja, meskipun rukun dan syaratnya terpenuhi, belum tentu sampai kepada Allah,” lanjutnya. Ia kemudian mengibaratkan hubungan syariat, tarekat, dan hakikat seperti perjalanan mencari mutiara di lautan.

Gus Rozin: Peningkatan Kapasitas Guru Modal Utama Pendidikan Berkualitas

“Untuk sampai kepada Allah harus melalui tarekat. Ibarat mencari mutiara di laut, syariat itu perahu, tarekat itu lautan, dan hakikat itu mutiara. Tidak cukup hanya memiliki perahu, tetapi harus berani menyelam ke dalam lautan,” ungkapnya. “Ada yang melalui jalan mengajar, ada yang melalui wiridan, dan ada pula yang melalui puasa. Orang NU dikenal dengan wirid panjang, puasa, dan berbagai ibadah lainnya,” lanjutnya.

Namun demikian, ia menilai aspek khidmah sosial masih perlu terus diperkuat. “Namun ada satu hal yang masih perlu dimaksimalkan, yaitu khidmah kepada masyarakat. Memberikan pelayanan kepada masyarakat juga merupakan bagian dari tarekat,” jelasnya.

Ia mengapresiasi langkah MWCNU Jatinegara yang telah membuka layanan kesehatan bagi masyarakat. “MWCNU Jatinegara sudah mulai melangkah dengan membuka klinik. Ini bukan hanya untuk warga NU, tetapi untuk masyarakat luas,” tambahnya. Ia menilai, potensi tersebut belum sepenuhnya dimaksimalkan oleh warga NU.

“Sayangnya, tarekat bisnis ini belum maksimal dijalankan oleh warga NU. Jika NU besar tetapi kliniknya masih sedikit, berarti masih perlu ditingkatkan,” lanjutnya. Ia pun mengajak seluruh pengurus untuk menjadikan kepengurusan sebagai jalan khidmah yang solutif bagi masyarakat. “Kita niatkan ini sebagai bagian dari tarekat, semoga menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir hingga hari kiamat, dan kita akan memanen hasilnya di akhirat nanti,” pungkasnya.

Poligami Tanpa Izin Istri: Bagaimana Legalitasnya dalam Islam dan Hukum di Indonesia?

Editor: Lukman Hakim

Kontributor: Tahmid

Sumber: https://jateng.nu.or.id/regional/wakil-ketua-pwnu-jateng-syariat-tarekat-dan-hakikat-harus-menjadi-jalan-khidmah-nu-riKSD

___
Download NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap! https://nu.or.id/superapp (Android/iOS)

Nilai TKA 2026 Rendah, A. Ja’far Dorong Evaluasi Total Sistem Pendidikan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *