Lebaksiu – Memasuki momentum Hari Raya Idul Adha, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Lebaksiu seketika bergerak nyata dalam menebar kemaslahatan umat. Bekerja sama dengan Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor Tembok Kidul, badan otonom Nahdlatul Ulama ini sukses menyelenggarakan program aksi sosial keagamaan bertajuk “Qurban Keliling”.
Pada pelaksanaan tahun ini, panitia sepakat menetapkan Desa Timbangreja sebagai pusat lokalisasi penyembelihan sekaligus wilayah utama pendistribusian daging hewan qurban. Langkah ini diambil guna memastikan asas pemerataan konsumsi daging qurban menyasar langsung ke kantong-kantong masyarakat yang paling membutuhkan di pelosok kecamatan.
Inovasi Sosial dari Akar Rumput Tembok Kidul
Program Qurban Keliling ini sejatinya lahir dari buah pemikiran kreatif kader-kader di tingkat akar rumput, yang dipelopori langsung oleh PR GP Ansor Tembok Kidul. Gerakan mandiri dari desa ini kemudian diadopsi dan didukung penuh secara struktural oleh pengurus Ansor di level kecamatan.
Ketua PR GP Ansor Tembok Kidul, M. Fahmi, menjelaskan bahwa gagasan qurban keliling ini dipicu oleh kepedulian pemuda terhadap ketimpangan distribusi daging qurban yang kerap terjadi setiap tahunnya. Ada wilayah desa yang surplus hewan qurban, namun di sisi lain ada desa terpencil yang justru minim atau bahkan sama sekali tidak ada penyembelihan.
”Kami mengonsep program ini dengan sistem ‘jemput bola’. Hewan qurban kami bawa dan sembelih langsung di desa tujuan agar saudara-saudara kita di Desa Timbangreja bisa merasakan sukacita Idul Adha secara utuh. Alhamdulillah, tahun ini kami berhasil menghimpun 1 ekor sapi dan 3 ekor kambing untuk disalurkan,” ujar M. Fahmi di sela-sela kesibukannya memantau lokasi.
Semua hewan qurban yang terkumpul dipastikan telah melewati proses skrining kesehatan yang ketat guna memenuhi standar syariat Islam serta kelayakan konsumsi bagi masyarakat.
Sinergi Kuat dan Apresiasi PAC Lebaksiu
Kolaborasi apik antara pengurus ranting dan pengurus anak cabang ini menuai apresiasi tinggi dari Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Lebaksiu, Abdul Latif. Baginya, inisiatif yang ditunjukkan oleh Ansor Tembok Kidul adalah cerminan dari marwah Ansor yang adaptif dan solutif di tengah problem kemasyarakatan.
”PAC GP Ansor Lebaksiu tentu sangat bangga. Ini membuktikan bahwa kader Ansor tidak hanya pandai dalam berwacana atau menggelar kegiatan seremonial semata, melainkan hadir membawa tindakan konkret di tengah-tengah warga. Sinergi ini mempertegas soliditas organisasi kita dari tingkat kecamatan hingga ke desa,” tegas Abdul Latif.
Abdul Latif juga menambahkan bahwa pemilihan Desa Timbangreja sebagai lokus program tahun ini sudah didasarkan pada pemetaan sosial yang matang. Hal tersebut krusial agar pembagian paket daging nantinya benar-benar tepat sasaran kepada para mustahik (golongan yang berhak menerima).
Gotong Royong Banser dan Warga Setempat
Penyelenggaraan Qurban Keliling di Desa Timbangreja berlangsung sangat khidmat sekaligus semarak. Puluhan personel Barisan Ansor Serbaguna (Banser) diturunkan untuk membantu pengamanan jalur, merobohkan hewan qurban, hingga mengawal proses pemotongan bersama tokoh masyarakat dan pemuda desa setempat.
Suasana gotong royong tampak kental saat prosesi pengulitan, pemotongan daging, hingga pengemasan paket qurban. Untuk mendukung gerakan peduli lingkungan, panitia sedapat mungkin meminimalkan penggunaan kantong plastik sekali pakai dan beralih ke wadah yang lebih ramah lingkungan.
Melalui keberhasilan program Qurban Keliling ini, PAC GP Ansor Lebaksiu beserta PR GP Ansor Tembok Kidul berharap kegiatan ini bisa menjadi pemantik konsistensi jangka panjang. Harapannya, di tahun-tahun mendatang, jumlah hewan qurban yang dihimpun bisa semakin banyak sehingga jangkauan desa yang disinggahi program Qurban Keliling ini dapat terus meluas di seluruh wilayah Kecamatan Lebaksiu.

Komentar