Lebaksiu, Tegal – Dalam rangkaian kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) yang diselenggarakan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Lebaksiu, para peserta melaksanakan rihlah ilmiah pada Ahad (31/08/2025). Rihlah ini menjadi salah satu agenda penting untuk memperkuat wawasan, menggali potensi daerah, dan mengokohkan semangat kebersamaan di kalangan peserta.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta PD-PKPNU yang berjumlah 106 orang, terdiri dari pengurus ranting NU, kader muda NU, serta perwakilan badan otonom NU. Mereka sebelumnya telah mengikuti serangkaian materi kepemimpinan dan ke-NU-an sejak dibuka pada Jumat (29/08/2025) di Pondok Pesantren Agribisnis Rajakaya, Timbangreja, Kecamatan Lebaksiu.
Menggali Potensi NU, pemetaan masalah dan tantangan
Rihlah ini tidak hanya sebatas rekreasi, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk mengenal lebih dekat potensi NU, pemetaan masalah dan tantangan NU di wilayah kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal. Lokasi yang dikunjungi antara lain PCNU Kabupaten Tegal, MWC NU Lebaksiu dan 8 Ranting NU di wilayah Kecamatan Lebaksiu.

Menurut Ketua Tanfidziyah MWC NU Lebaksiu, Ust. Syaiful Amal, rihlah ini dirancang agar para peserta tidak hanya mendapatkan ilmu dari ruang kelas, tetapi juga pengalaman langsung di lapangan.
“Rihlah ini adalah bentuk penguatan wawasan. Kita ingin kader NU mengenal potensi daerahnya, sehingga mampu melakukan pemetaan masalah dan tantangan NU serta mengembangkan program KeNUan di masyarakat,” ujar Ust. Syaiful Amal.
Selain mengunjungi Ranting NU, peserta juga berdialog dengan para pengurus dan masyarakat setempat terkait pengembangan keNUan, program sosial, dan peluang kerja sama antar-kader NU untuk mendukung kemandirian ekonomi umat.
Menguatkan Ukhuwah dan Spirit Ke-NU-an
Dalam perjalanan rihlah, para peserta juga melakukan muhasabah dan doa bersama sebagai bentuk penguatan spiritual. Suasana kekeluargaan tampak kental, mencerminkan nilai ukhuwah Nahdliyah yang selalu dijunjung tinggi oleh warga NU.
Instruktur PBNU yang turut mendampingi kegiatan ini menegaskan bahwa rihlah memiliki makna strategis dalam membangun jiwa kepemimpinan yang visioner.
“Kader NU harus memiliki pandangan luas, tidak hanya fokus pada internal organisasi, tetapi juga peka terhadap potensi dan tantangan di sekitarnya,” jelas salah satu instruktur.
Harapan Pasca Rihlah
Kegiatan ini diakhiri dengan refleksi bersama di lokasi terakhir kunjungan. Para peserta diminta menyampaikan gagasan terkait pengembangan potensi daerah berbasis nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah. Diharapkan, setelah mengikuti PD-PKPNU dan rihlah ini, para kader mampu menerapkan ilmu kepemimpinan secara nyata di lingkungan masing-masing.
Dengan selesainya agenda rihlah, PD-PKPNU MWCNU Lebaksiu tinggal menyisakan sesi akhir berupa penyusunan program tindak lanjut yang akan dilaksanakan pada Minggu (31/08/2025) sebelum kegiatan resmi ditutup.

Comment