Lebaksiu – Ketua Ranting Nahdlatul Ulama (NU) dari berbagai desa di Kecamatan Lebaksiu turut serta menjadi peserta dalam kegiatan Pendidikan Dasar Pengkaderan Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) yang diselenggarakan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Lebaksiu. Ada 6 Ketua Ranting NU yang hadir yaitu Ust. Riyadlo (Kambangan), Ust. Riyadussolihin (Balaradin), Ust. Darmad (Kesuben), Ust. H. Zarkasih (Lebakgowah), Ust. Khafidin (Pendawa) dan Ust. Munim (Dukuhdamu). Kehadiran para Ketua Ranting NU ini menjadi sinyal kuat bahwa NU di tingkat akar rumput tengah membangun komitmen baru untuk semakin berdaya, solid, dan siap menjawab tantangan zaman.
Kegiatan PD-PKPNU ini digelar sebagai bagian dari ikhtiar menyiapkan kader-kader NU yang memiliki pemahaman utuh tentang jam’iyyah, berpegang teguh pada nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah, serta mampu mengembangkan organisasi secara lebih modern dan profesional.

Dalam sambutannya, Ketua MWC NU Lebaksiu, Ust. Syaiful A, menyampaikan bahwa keterlibatan para Ketua Ranting NU sebagai peserta PD-PKPNU adalah langkah strategis. “Ranting adalah ujung tombak NU. Jika para Ketua Ranting memahami visi besar NU, menguasai manajemen organisasi, dan mampu menggerakkan jamaah, maka NU akan semakin berdaya, bukan hanya di Lebaksiu, tetapi juga di Kabupaten Tegal,” ujarnya.
Para Ketua Ranting NU yang hadir mengaku kegiatan ini sangat bermanfaat. Selain memperdalam pemahaman tentang sejarah dan perjuangan para muassis NU, mereka juga dibekali wawasan kepemimpinan, manajemen organisasi, hingga strategi penguatan basis jamaah. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan peran aktif Ranting NU dalam mengawal perjuangan umat sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan masyarakat di desa.
KH. Bahroni, Rois Syuriah MWC NU Lebaksiu, menegaskan bahwa NU harus senantiasa hadir memberikan manfaat nyata. “Kader NU, khususnya yang menjadi pengurus ranting, harus punya semangat khidmah dan pengabdian. PD-PKPNU ini bukan sekadar pendidikan formal, melainkan momentum untuk meneguhkan niat agar NU bisa lebih mandiri, berdaya, dan mampu mengayomi umat,” tuturnya.
Sementara itu, ust. Riyadlo salah satu Ketua Ranting NU peserta PD-PKPNU mengungkapkan bahwa pengalaman selama mengikuti kegiatan ini akan menjadi bekal dalam memajukan NU di desanya. “Kami ingin NU benar-benar terasa manfaatnya di tengah masyarakat, baik dalam bidang keagamaan, pendidikan, maupun sosial. Dengan mengikuti PD-PKPNU, kami lebih percaya diri untuk menggerakkan jamaah,” katanya.
Kehadiran Ketua Ranting NU dalam PD-PKPNU diharapkan dapat memperkuat jejaring organisasi, menyatukan visi kepemimpinan, serta memperkokoh NU sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan yang istiqomah menjaga ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah.
Dengan langkah konkret ini, MWC NU Lebaksiu menunjukkan komitmennya untuk terus melakukan kaderisasi dan penguatan struktur organisasi dari tingkat bawah hingga atas. Harapannya, NU di Lebaksiu dapat menjadi model pemberdayaan jam’iyyah yang berakar kuat di desa, namun tetap adaptif terhadap perubahan zaman.
Redaktur: djaf

Comment