Lebaksiu, NU Online – Suasana khidmat dan penuh semangat menyelimuti Gedung Indoor MTS N 3 Tegal, Lebaksiu Lor, pada Minggu (14/06/2026). Tempat tersebut menjadi saksi bisu digelarnya perhelatan akbar pelantikan Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Lebaksiu bersama seluruh jajaran Pengurus Lembaga MWC NU, yang kemudian dirangkai langsung dengan pelaksanaan Musyawarah Kerja (Musker) I.
Acara yang menyatukan seluruh elemen struktural, badan otonom (banom), dan tokoh masyarakat ini menjadi tonggak awal pergerakan roda organisasi untuk masa khidmat yang baru.
Kemeriahan Pembukaan dan Ciri Khas Budaya
Sejak pagi, aura semangat berorganisasi sudah terasa kuat di kompleks MTS N 3 Tegal. Acara dibuka dengan penampilan memukau dari Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi). Grup musik khas besutan Lesbumi berhasil menghibur sekaligus membawa suasana batin para hadirin menjadi lebih teduh namun bersemangat lewat aransemen musiknya yang bernuansa islami dan sarat akan nilai kebudayaan lokal.
Setelah penampilan budaya, kendali acara diambil alih oleh pembawa acara yang merupakan kader terbaik dari Badan Otonom PAC GP Ansor Kecamatan Lebaksiu. Dengan suara mantap dan taktis, sahabat Ansor memandu jalannya protokol dengan sangat rapi.
Gema wahyu ilahi kemudian mengalun indah saat Ustadz Fathurahman dari Ketumpukan, Timbangreja, melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Keindahan qiraah-nya membuat seluruh hadirin terdiam khusyuk, meresapi setiap ayat yang dikumandangkan sebagai tabarruk (mencari berkah) demi kelancaran acara.
Semangat nasionalisme dan religiusitas pun kian membubung tinggi saat seluruh hadirin berdiri tegak menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang langsung disambung dengan mars Ya Lal Wathon. Lagu wajib warga pergerakan ini dipandu dengan sangat apik oleh tim paduan suara dari rekanita Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Lebaksiu.
Apresiasi Panitia dan Sakralnya Prosesi Pelantikan
Memasuki acara inti, Ketua Panitia Pelaksana, H.A. Djafar, naik ke podium untuk menyampaikan laporan dan sambutannya. Dalam kesempatan tersebut, H.A. Djafar menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh pihak, donatur, serta para kader yang telah membanting tulang membantu dan menyukseskan terselenggaranya acara besar ini.
“Keberhasilan acara hari ini adalah buah dari gotong royong dan keikhlasan berkhidmat seluruh sahabat-sahabat NU di Lebaksiu,” ujar H.A. Djafar.
Momen yang paling dinantikan pun tiba, yaitu prosesi pelantikan. Suasana gedung Indoor mendadak hening dan sakral saat K.H. Nawawi Ashari dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tegal maju untuk memandu pembacaan baiat pelantikan. Di bawah panduan beliau, para pengurus MWC NU mengucapkan sumpah janji setia untuk mengabdi pada ulama, agama, dan bangsa.
Usai pelantikan pengurus MWC, acara dilanjutkan dengan prosesi pengukuhan jajaran Pengurus Lembaga MWC NU Lebaksiu yang dipimpin langsung oleh Ro’is Syuriah MWC NU Lebaksiu, K.H. Bahroni. Pengukuhan ini menegaskan kesiapan seluruh lembaga sektoral untuk mulai mengeksekusi program kerja spesifik di bidangnya masing-masing.
Sinergitas Organisasi dan Pesan Bupati Tegal
Usai prosesi yang khidmat, sambutan pertama disampaikan oleh perwakilan dari PCNU Kabupaten Tegal. Dalam arahannya, pihak PCNU menekankan satu poin krusial, yaitu pentingnya membangun sinergitas. Pengurus yang baru diharapkan mampu menjalin komunikasi yang kuat, baik secara internal antarlebaga dan banom, maupun secara eksternal dengan pihak pemerintah serta elemen masyarakat lainnya.
Gayung bersambut, Bupati Tegal Ischak Maulana Rahman, dalam sambutan terakhirnya memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas pelantikan ini. Bupati Ischak menyampaikan harapan besar agar pengurus MWC NU Lebaksiu yang baru dilantik mampu konsisten berada di garis terdepan.
“Kami berharap MWC NU Lebaksiu terus menjadi garda terdepan dalam menjaga dan merawat nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Lebih dari itu, NU harus terus melahirkan pemimpin-pemimpin visioner yang siap dan ikhlas untuk berkhidmat demi kemaslahatan umat, khususnya di Kabupaten Tegal,” tutur Bupati Ischak dalam pidatonya yang disambut tepuk tangan gemuruh.
Musker I: Membedah Program Kerja dalam 4 Komisi
Setelah seluruh rangkaian seremonial pelantikan selesai, acara langsung bergeser ke agenda krusial berikutnya yang bertempat di lokasi yang sama: Musyawarah Kerja (Musker) I.
Untuk mengefektifkan pembahasan, forum musyawarah dibagi ke dalam 4 komisi. Masing-masing komisi membawa draf agenda strategis yang berkaitan dengan keumatan, pendidikan, ekonomi, dan kaderisasi, untuk kemudian disinergitas secara utuh dengan arah program besar MWC NU Lebaksiu.
Pleno persidangan dipimpin langsung oleh H.A. Jafar sebagai Ketua Sidang dan didampingi oleh Gus Amiq Fuadi sebagai Sekretaris Sidang. Perdebatan ide dan gagasan berlangsung dinamis, namun tetap mengedepankan akhlakul karimah khas pesantren. Setiap komisi berhasil merumuskan program-program kerja yang realistis, taktis, dan menyentuh kebutuhan warga Nahdliyin di akar rumput.
Hingga akhir acara, seluruh rangkaian kegiatan di MTS N 3 Tegal ini berjalan dengan sangat lancar dan aman. Terpancar raut optimisme dan semangat membara dari wajah para pengurus yang baru dilantik untuk membawa MWC NU Kecamatan Lebaksiu bergerak lebih maju, mandiri, dan bermartabat.

Komentar