Babakan, NULebaksiu, Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah sekaligus momentum 10 Muharram, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Babakan bersama badan otonom NU menggelar kegiatan Muharroman dan santunan yatim piatu serta dhuafa pada Jumat, 26 Juni 2026. Kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat dan kebersamaan, melibatkan seluruh elemen warga Nahdliyin di Desa Babakan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh PRNU Babakan bersama Banom NU, di antaranya Fatayat NU, Muslimat NU, IPNU, dan IPPNU. Momentum 10 Muharram yang dikenal sebagai lebarannya anak yatim dimanfaatkan untuk berbagi kebahagiaan dan mempererat kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dalam kegiatan santunan tersebut, sebanyak 18 anak yatim menerima bantuan dan santunan dari para donatur serta warga masyarakat. Selain anak yatim, santunan juga diberikan kepada kaum dhuafa sebagai bentuk nyata kepedulian sosial Nahdlatul Ulama terhadap sesama.
Ketua PRNU Babakan, H. Ma’mun Munaseh, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah ikut membantu terselenggaranya kegiatan Muharroman tahun ini. Menurutnya, kegiatan santunan bukan hanya sekadar rutinitas tahunan, namun menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menumbuhkan semangat berbagi di tengah masyarakat.
“Momentum 10 Muharram mengajarkan kita untuk lebih peduli kepada anak-anak yatim dan masyarakat dhuafa. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Babakan dan menjadi amal jariyah bagi para donatur,” ungkap H. Ma’mun Munaseh.
Acara berlangsung dengan suasana penuh haru dan kekeluargaan. Para anak yatim tampak bahagia menerima santunan dan perhatian dari para pengurus NU serta masyarakat yang hadir. Selain santunan, kegiatan juga diisi dengan doa bersama agar masyarakat Desa Babakan senantiasa diberikan keselamatan, keberkahan, dan dijauhkan dari berbagai musibah.
Keterlibatan Banom NU seperti Fatayat NU, Muslimat NU, IPNU, dan IPPNU menunjukkan soliditas kader Nahdlatul Ulama di tingkat ranting dalam menggerakkan kegiatan sosial dan keagamaan. Semangat gotong royong dan kebersamaan menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan kegiatan Muharroman tersebut.
Masyarakat berharap kegiatan santunan yatim piatu dan dhuafa seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk kepedulian sosial dan penguatan nilai-nilai keislaman di lingkungan masyarakat.
Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan semakin tumbuh rasa cinta dan perhatian terhadap sesama, khususnya kepada anak-anak yatim yang membutuhkan dukungan dan kasih sayang bersama.

