Lebaksiu, 1 Agustus 2026 – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Durensawit kembali menggelar kegiatan rutin Lailatul Ijtima yang berlangsung di Musholla Baiturrahim RW 04, Desa Durensawit, pada Sabtu malam, 1 Agustus 2026, pukul 20.00 WIB. Kegiatan yang menjadi agenda rutin bulanan ini dihadiri oleh jajaran pengurus PRNU, tokoh agama, para jamaah, serta masyarakat setempat dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan.
Mengusung rangkaian acara berupa istighosah, doa bersama, dan kajian fikih, Lailatul Ijtima menjadi salah satu media untuk mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus menjaga tradisi keagamaan yang telah diwariskan oleh para ulama Nahdlatul Ulama. Kegiatan ini juga menjadi wadah pembinaan keagamaan bagi warga agar semakin memahami ajaran Islam yang berlandaskan paham Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
Ketua Tanfidziyah PRNU Durensawit, Ust. Abunawan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Lailatul Ijtima merupakan salah satu program penting PRNU yang harus terus dijaga keberlangsungannya. Menurut beliau, kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang berkumpulnya warga NU, tetapi juga menjadi sarana memperkuat keimanan, mempererat tali silaturahmi, serta menambah wawasan keagamaan melalui kajian fikih yang disampaikan secara rutin.
“Melalui Lailatul Ijtima, kita berharap masyarakat semakin mencintai tradisi para ulama, menjaga persatuan, dan terus meningkatkan kualitas ibadah serta pemahaman agama. Inilah salah satu bentuk khidmah Nahdlatul Ulama dalam membina umat,” ujar Ust. Abunawan.
Acara diawali dengan pembacaan istighosah dan doa bersama yang dipanjatkan untuk memohon keberkahan, keselamatan, serta kemaslahatan bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Suasana khusyuk begitu terasa ketika seluruh jamaah bersama-sama melantunkan dzikir dan doa, berharap Allah SWT senantiasa memberikan rahmat dan perlindungan kepada seluruh umat Islam.
Setelah rangkaian doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan kajian fikih yang membahas berbagai persoalan ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Kajian ini menjadi ruang belajar bagi masyarakat untuk memperdalam ilmu agama sekaligus memahami hukum-hukum syariat berdasarkan rujukan kitab-kitab para ulama. Para jamaah juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan mengenai berbagai persoalan fikih yang mereka hadapi, sehingga forum berlangsung interaktif dan penuh manfaat.
Kegiatan Lailatul Ijtima merupakan salah satu identitas khas Nahdlatul Ulama yang menggabungkan kekuatan spiritual melalui dzikir dan doa dengan penguatan intelektual melalui kajian keilmuan. Tradisi ini telah lama menjadi bagian dari kehidupan warga NU sebagai sarana menjaga nilai-nilai Islam yang moderat, penuh hikmah, serta berlandaskan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah.
Antusiasme jamaah yang hadir menunjukkan bahwa semangat untuk menuntut ilmu dan menjaga tradisi keagamaan masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Durensawit. Kehangatan suasana kekeluargaan juga tampak dalam setiap rangkaian kegiatan, mencerminkan kokohnya ukhuwah di lingkungan warga Nahdliyin.
PRNU Durensawit berharap kegiatan Lailatul Ijtima dapat terus dilaksanakan secara istiqamah dan menjadi sarana pembinaan umat yang semakin berkualitas. Dengan memperkuat tradisi istighosah, doa bersama, serta kajian fikih, diharapkan lahir masyarakat yang memiliki pemahaman agama yang benar, berakhlak mulia, serta mampu menjaga persatuan dan kerukunan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan ini, PRNU Durensawit kembali menegaskan komitmennya untuk terus melestarikan tradisi keilmuan dan amaliah Nahdlatul Ulama sebagai warisan para ulama yang harus dijaga dan diteruskan kepada generasi mendatang demi terwujudnya masyarakat yang religius, harmonis, dan penuh keberkahan.

