LEBAKSIU, TEGAL — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, menyatakan kesiapannya untuk turut memberikan khidmah dan penghormatan terhadap pelaksanaan Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 yang akan berlangsung di wilayah Jombang, Jawa Timur. Kegiatan tersebut dikemas dalam agenda perjalanan bertajuk OTW Jombang, dengan semangat ziarah, muktamar, silaturahmi, dan barokah ilmu.
Rencana tersebut disampaikan dalam kegiatan rutinan MWC NU Lebaksiu yang berlangsung pada Ahad, 23 Agustus 2026, bertempat di Masjid Baitul Muttaqin, PRNU Kalimiring, Desa Yamansari, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal.
Kegiatan rutinan tersebut dihadiri oleh Rois Syuriah MWC NU Lebaksiu, Ketua Tanfidziyah MWC NU Lebaksiu, jajaran pengurus MWC NU Lebaksiu, pengurus PRNU se-Kecamatan Lebaksiu, lembaga-lembaga NU, serta badan otonom NU. Momentum tersebut sekaligus menjadi sarana konsolidasi jam’iyah dan penyampaian berbagai agenda MWC NU dalam rangka memperkuat kebersamaan pengurus dan warga Nahdliyin.
Dalam kesempatan tersebut, jajaran MWC NU Lebaksiu menyampaikan rencana keberangkatan rombongan menuju Jombang untuk mengikuti dan memberikan penghormatan terhadap Muktamar NU ke-35. Keikutsertaan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai perjalanan menghadiri agenda besar organisasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi, memperkuat kecintaan kepada ulama, serta mengambil keberkahan dari perjalanan ziarah ke sejumlah makam dan pesantren yang memiliki sejarah penting dalam perjalanan keilmuan Islam dan Nahdlatul Ulama.
Rangkaian perjalanan direncanakan berlangsung pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Rombongan akan diberangkatkan dari Kantor MWC NU Lebaksiu sekitar pukul 16.00 WIB menggunakan bus pariwisata. Perjalanan malam tersebut menjadi bagian awal dari agenda OTN Jombang yang telah disusun oleh panitia.
Sesuai rundown yang telah disiapkan, perjalanan menuju Jombang berlangsung hingga dini hari. Setibanya di wilayah Jombang, rombongan akan melaksanakan rangkaian ziarah, salat Subuh, dan mandi, sebelum kemudian melanjutkan perjalanan menuju lokasi Muktamar.
Agenda berikutnya adalah menuju kawasan pesantren untuk mengikuti rangkaian kegiatan Muktamar NU ke-35. Rombongan dijadwalkan berada di acara Muktamar pada pagi hari, sekitar pukul 07.00 hingga 11.00 WIB. Kehadiran rombongan MWC NU Lebaksiu diharapkan menjadi bentuk dukungan moral sekaligus penghormatan terhadap agenda tertinggi jam’iyah Nahdlatul Ulama tersebut.
Menghidupkan Tradisi Ziarah dan Silaturahmi
Selain agenda Muktamar, perjalanan OTN Jombang juga dirancang sebagai perjalanan spiritual dan edukatif. Rombongan akan melakukan ziarah ke sejumlah ulama dan pesantren yang memiliki hubungan erat dengan tradisi keilmuan pesantren di Indonesia.
Setelah mengikuti agenda Muktamar, rombongan dijadwalkan melaksanakan salat Dzuhur sekaligus ziarah ke kawasan Lirboyo, Kediri. Pesantren Lirboyo dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan pesantren yang memiliki kontribusi besar dalam pengembangan ilmu-ilmu keislaman, khususnya tradisi pengajaran kitab kuning dan pendidikan Ahlussunnah wal Jamaah.
Dari Lirboyo, perjalanan dilanjutkan menuju Ploso. Rombongan kemudian dijadwalkan melakukan ziarah kepada KH. Jazuli, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Gusmik Aulia Tambak.
Rangkaian ziarah tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan MWC NU Lebaksiu. Bagi warga Nahdliyin, ziarah bukan semata-mata perjalanan mengunjungi makam para ulama, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenang perjuangan para masyayikh, meneladani keikhlasan mereka dalam mendidik umat, serta menyambungkan sanad keilmuan dan perjuangan.
Ketua Tanfidziyah MWC NU Lebaksiu Ust. Syaiful Amal, SHI bersama jajaran pengurus MWC NU terus mendorong agar setiap program organisasi tidak hanya berorientasi pada kegiatan administratif, tetapi juga mampu memperkuat tradisi ke-NU-an, silaturahmi, kaderisasi, dan penguatan spiritual warga Nahdliyin.
Demikian pula keberadaan Rois Syuriah MWC NU Lebaksiu KH. Bahroni menjadi bagian penting dalam memberikan arahan keagamaan kepada jajaran pengurus dan warga NU di Kecamatan Lebaksiu. Tradisi ziarah dan silaturahmi kepada para ulama menjadi salah satu cara untuk menjaga kesinambungan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah yang selama ini menjadi ciri khas Nahdlatul Ulama.
Momentum Memperkuat Jam’iyah
Penyampaian rencana OTW Jombang dalam rutinan MWC NU Lebaksiu di PRNU Kalimiring juga memiliki makna strategis bagi konsolidasi organisasi. Rutinan Ahad Pahing tidak hanya menjadi forum pengajian dan silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang komunikasi antara MWC NU dengan PRNU, lembaga, dan badan otonom NU.
Kehadiran pengurus PRNU se-Kecamatan Lebaksiu dalam kegiatan tersebut menjadi modal penting untuk memastikan berbagai program MWC NU dapat tersampaikan hingga tingkat ranting. Dengan demikian, agenda OTN Jombang diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan perjalanan pengurus, tetapi dapat membawa semangat kebersamaan seluruh struktur NU di Kecamatan Lebaksiu.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari semangat kepengurusan MWC NU Lebaksiu masa khidmah 2026–2031 untuk memperkuat jam’iyah, memperluas silaturahmi, dan meningkatkan kualitas khidmah kepada umat.
Muktamar NU sendiri merupakan momentum penting bagi perjalanan organisasi. Forum tersebut menjadi ruang bagi Nahdlatul Ulama untuk melakukan evaluasi, menyusun arah kebijakan organisasi, serta merumuskan langkah-langkah strategis dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Karena itu, kehadiran warga dan pengurus NU dari berbagai daerah menjadi bentuk kecintaan sekaligus dukungan terhadap keberlangsungan jam’iyah.
Bagi MWC NU Lebaksiu, perjalanan menuju Jombang juga diharapkan dapat memberikan pengalaman dan inspirasi bagi para pengurus. Kunjungan ke pesantren dan makam ulama diharapkan dapat memperkuat semangat berkhidmah setelah rombongan kembali ke Lebaksiu.
Dari Lebaksiu Menuju Jombang
Rangkaian perjalanan yang telah disusun dimulai dengan pemberangkatan dari Kantor MWC NU Lebaksiu pada Sabtu sore, 29 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB. Rombongan kemudian menempuh perjalanan menuju Jombang hingga sekitar pukul 03.00 WIB.
Pada pukul 03.00–05.30 WIB, rombongan akan melaksanakan ziarah, salat Subuh, dan persiapan sebelum melanjutkan perjalanan. Selanjutnya, sekitar pukul 05.30–07.00 WIB, rombongan bergerak menuju lokasi Muktamar.
Pukul 07.00–11.00 WIB menjadi waktu utama untuk mengikuti agenda Muktamar. Setelah itu, sekitar pukul 11.00–13.00 WIB, rombongan dijadwalkan melaksanakan salat Dzuhur dan ziarah ke Lirboyo.
Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Ploso pada sekitar pukul 14.30–15.00 WIB. Selanjutnya, pukul 15.00–16.00 WIB diagendakan ziarah di KH. Jazuli. Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ziarah ke Gusmik Aulia Tambak pada pukul 16.00–19.00 WIB. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, rombongan dijadwalkan melakukan perjalanan pulang pada sekitar pukul 19.00 WIB.
Dengan konsep perjalanan tersebut, MWC NU Lebaksiu ingin menghadirkan kegiatan yang bukan sekadar perjalanan menghadiri Muktamar, tetapi menjadi perjalanan spiritual, silaturahmi, dan penguatan tradisi keilmuan pesantren.
Satu Tujuan, Satu Perjuangan
Semangat yang diusung dalam OTW Jombang MWC NU Lebaksiu adalah “Ziarah, Muktamar, Silaturahmi, Barokah Ilmu.” Slogan tersebut menggambarkan harapan agar seluruh peserta mendapatkan manfaat dari setiap rangkaian perjalanan.
Ziarah menjadi sarana mengenang jasa para ulama. Muktamar menjadi momentum menyaksikan dan memberikan penghormatan terhadap perjalanan jam’iyah NU. Silaturahmi menjadi jalan memperkuat persaudaraan antarsesama Nahdliyin. Sementara barokah ilmu menjadi harapan agar perjalanan tersebut memberikan tambahan semangat untuk terus belajar dan berkhidmah.
Di bagian akhir rundown kegiatan juga terdapat pesan: “Semoga perjalanan lancar, selamat, penuh keberkahan dan mendapat ridha Allah SWT.” Pesan tersebut menjadi doa bersama agar perjalanan seluruh rombongan MWC NU Lebaksiu berjalan aman dari keberangkatan hingga kembali ke Lebaksiu.
Melalui kegiatan ini, MWC NU Lebaksiu kembali menegaskan komitmennya untuk menjadikan setiap agenda organisasi sebagai sarana memperkuat jam’iyah dan memperluas kemanfaatan bagi masyarakat.
Kegiatan OTN Jombang diharapkan mampu melahirkan semangat baru bagi seluruh peserta untuk kembali ke tengah-tengah masyarakat dengan membawa pengalaman, ilmu, keteladanan, dan energi positif dari perjalanan ziarah serta Muktamar.
Dengan semangat “Satu Tujuan, Satu Perjuangan, Berkah Bersama Ulama,” MWC NU Lebaksiu siap menyambut perjalanan menuju Jombang sebagai bagian dari ikhtiar menjaga tradisi, memperkuat persaudaraan, dan terus meneguhkan khidmah kepada Nahdlatul Ulama dan umat.

