Home » PRNU Kajen Gelar Lailatul Ijtima, Perkuat Jamaah dan Teguhkan Ajaran Ahlussunnah wal Jamaah

PRNU Kajen Gelar Lailatul Ijtima, Perkuat Jamaah dan Teguhkan Ajaran Ahlussunnah wal Jamaah

Kajen – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kajen kembali menyelenggarakan kegiatan rutin Lailatul Ijtima pada Sabtu malam (malam Minggu) sebagai upaya mempererat ukhuwah Islamiyah, menjaga kekompakan jamaah, serta memperkuat pengamalan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah di tengah masyarakat. Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus PRNU Kajen, tokoh agama, tokoh masyarakat, warga Nahdliyin, serta Kepala Desa Kajen, Bapak Khalimi.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan tahlil, dzikir, istighasah, pembacaan shalawat, dan doa bersama. Suasana yang khidmat dan penuh kekeluargaan mencerminkan semangat warga dalam menjaga tradisi keagamaan yang telah diwariskan oleh para ulama Nahdlatul Ulama dari generasi ke generasi.

Ketua Tanfidziyah PRNU Kajen, Ust. Husni, menyampaikan bahwa Lailatul Ijtima merupakan salah satu kegiatan penting yang terus dilaksanakan secara istiqamah sebagai sarana memperkuat hubungan antara jam’iyah dan jamaah. Menurutnya, melalui forum seperti ini warga NU tidak hanya mendapatkan siraman rohani, tetapi juga mempererat tali silaturahmi, memperkuat persatuan, serta menjaga amaliah dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah agar tetap hidup di tengah masyarakat.

“Di era yang penuh dengan berbagai tantangan dan arus informasi yang begitu cepat, warga Nahdliyin perlu memiliki wadah untuk terus belajar, berdzikir, bershalawat, dan memperkokoh pemahaman keagamaan yang sesuai dengan manhaj Ahlussunnah wal Jamaah. Lailatul Ijtima menjadi salah satu ikhtiar kita untuk merawat tradisi tersebut,” ungkap Ust. Husni.

Kehadiran Kepala Desa Kajen, Bapak Khalimi, menjadi bentuk dukungan pemerintah desa terhadap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh PRNU Kajen. Ia mengapresiasi konsistensi PRNU dalam membina masyarakat melalui kegiatan keagamaan yang tidak hanya memperkuat nilai spiritual, tetapi juga mempererat persaudaraan dan kebersamaan di lingkungan desa.

MWC NU Lebaksiu Gelar Rutinan Ahad Pahing Perdana Masa Khidmah 2026–2031, Perkuat Konsolidasi Organisasi dan Pelayanan Umat

Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa dan organisasi kemasyarakatan keagamaan seperti Nahdlatul Ulama sangat penting dalam menciptakan masyarakat yang rukun, religius, dan harmonis. Ia berharap kegiatan Lailatul Ijtima dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga menjadi media pembinaan umat sekaligus memperkuat karakter masyarakat yang berakhlakul karimah.

Selain menjadi forum ibadah dan silaturahmi, Lailatul Ijtima juga dimanfaatkan sebagai sarana menyampaikan informasi mengenai berbagai program PRNU Kajen serta mengajak seluruh warga untuk terus aktif berkhidmah dalam kegiatan-kegiatan keagamaan, sosial, dan kemasyarakatan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, PRNU Kajen berharap semangat kebersamaan warga Nahdliyin semakin kuat, tradisi keagamaan tetap terpelihara, dan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah terus berkembang di tengah masyarakat. Melalui kebersamaan seluruh elemen masyarakat dan dukungan pemerintah desa, PRNU Kajen optimistis dapat terus menghadirkan kegiatan yang membawa manfaat, memperkuat persatuan umat, serta menjadi bagian dari ikhtiar membangun masyarakat yang religius, damai, dan penuh kepedulian sosial.

Sosialisasi STKIPNU Tegal di MWC NU Lebaksiu, Dukung Program SaDeSA dengan 100 Beasiswa Kuliah Gratis

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *