Advertisement Advertisement
Home » MWC NU Lebaksiu dan PRNU Se-Kecamatan Salurkan Bantuan untuk Korban Tanah Bergerak di Padasari Jatinegara

MWC NU Lebaksiu dan PRNU Se-Kecamatan Salurkan Bantuan untuk Korban Tanah Bergerak di Padasari Jatinegara

Padasari, Jatinegara – Kepedulian warga Nahdlatul Ulama di Kecamatan Lebaksiu kembali diwujudkan melalui aksi nyata. MWC NU Lebaksiu bersama Pengurus Ranting NU (PRNU) se-Kecamatan Lebaksiu menyalurkan bantuan bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, pada Minggu, 15 Februari 2026 pukul 15.00 WIB.

Bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan dana dari berbagai PRNU di wilayah Lebaksiu yang secara gotong royong menghimpun donasi dari warga Nahdliyin. Penyerahan bantuan dilakukan di tiga titik, yakni di Pondok Pesantren Al-Adalah, Posko LAZISNU PCNU Kabupaten Tegal yang berada di halaman SDN Padasari 02, serta di Posko MWC NU Jatinegara.

Hadir dalam kegiatan tersebut Rois Syuriah MWC NU Lebaksiu KH. Bahroni, Ketua Tanfidziyah Ust. Syaiful Amal, Sekretaris A. Ja’far, jajaran pengurus MWC NU Lebaksiu, serta perwakilan PRNU se-Kecamatan Lebaksiu. Kehadiran para pengurus ini menjadi bukti keseriusan dan komitmen NU dalam mendampingi masyarakat yang tertimpa musibah.

Bentuk Kepedulian dan Solidaritas, KH. Bahroni menyampaikan bahwa gerakan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan keagamaan Nahdlatul Ulama untuk hadir di tengah umat, terlebih saat menghadapi musibah.

“NU tidak boleh absen ketika masyarakat mengalami kesulitan. Ini adalah bentuk ukhuwah dan kepedulian kita bersama. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita di Padasari,” ujarnya.

tata caa penu;isan nomr surat

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah Ust. Syaiful Amal menegaskan bahwa penggalangan dana dilakukan secara terbuka dan melibatkan seluruh ranting di Kecamatan Lebaksiu. Ia juga mengapresiasi semangat warga Nahdliyin yang dengan sukarela menyisihkan rezekinya untuk membantu para korban.

Data dan Kondisi Terdampak di Padasari

Tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, mulai terjadi pada Selasa (2/2/2026). Desa Padasari terdiri dari lima dusun. Terdapat dua dusun yang terdampak tanah bergerak, yakni Padasari dan Padareka, sedangkan tiga dusun lainnya tak terimbas.

Hingga kini, ada 860 rumah yang terdampak, sebanyak 413 rusak berat. Bencana tanah bergerak terjadi dipicu hujan lebat. Awalnya, warga mendengar suara gemeretak pada bangunan rumah mereka yang kemudian retak-retak sehingga tidak dapat ditempati dan membahayakan.

Pola Tidur Berubah saat Ramadhan, Dokter Bagikan Tips Atur Jam Istirahat

Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah pengungsi hingga Minggu (10/2/2026) sebanyak 2.460 jiwa. Para pengungsi mengungsi di Majelis Az Zikir wa Rotibain, Dusun Pengasinan, SDN 2 Padasari, Dusun Lebak RW 05, Gedung Serbaguna Desa Penujah, Ponpes Dawuhan Padasari, Dusun Tengah Desa Tamansari, serta Desa Mokaha, Kecamatan Jatinegara.

Gerakan tanah yang terjadi di Desa Padasari dikategorikan sebagai longsor tipe rayapan (soil creeping). Fenomena ini dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang menyebabkan tanah mengalami penjenuhan air.

Insiden tanah gerak di Padasari ini merupakan kali kedua setelah sebelumnya terjadi pada empat tahun silam, 14 Januari  2022 malam. Kala itu, 36 rumah rusak berat, 103 rusak ringan dan 107 rusak sedang, sehingga total keseluruhan rumah rusak mencapai 246 unit.

Distribusi Bantuan
Bantuan yang disalurkan berupa dukungan dana untuk membantu kebutuhan mendesak warga terdampak. Penyaluran dilakukan di Pondok Pesantren Al-Adalah Padasari, kemudian didistribusikan melalui Posko LAZISNU PCNU Kabupaten Tegal dan Posko MWC NU Jatinegara agar tepat sasaran.

Wujud Khidmah Kemanusiaan: Muslimat NU Lebaksiu Salurkan Donasi untuk Korban Tanah Bergerak di Desa Kajen

Para relawan NU juga turut berkoordinasi dengan pengurus posko setempat guna memastikan pendataan korban berjalan dengan baik dan bantuan diterima oleh warga yang benar-benar membutuhkan.

Harapan dan Doa Bersama
Kegiatan diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan warga Padasari serta harapan agar kondisi segera stabil dan tidak terjadi pergerakan tanah susulan. NU Lebaksiu berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi dan membuka peluang bantuan lanjutan apabila diperlukan.

Gerakan solidaritas ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih sangat kuat di tengah masyarakat. MWC NU Lebaksiu dan PRNU se-Kecamatan Lebaksiu berharap sinergi antara masyarakat, organisasi keagamaan, dan pemerintah dapat mempercepat pemulihan kondisi warga terdampak bencana tanah bergerak di Desa Padasari.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *