Home » UPZIS NU CARE LAZISNU MWC NU Lebaksiu Pentasarufkan Bantuan Sosial Dhuafa dan Serahkan Perangkat Murottal-Tarhim Otomatis di Kalimiring

UPZIS NU CARE LAZISNU MWC NU Lebaksiu Pentasarufkan Bantuan Sosial Dhuafa dan Serahkan Perangkat Murottal-Tarhim Otomatis di Kalimiring

Lebaksiu, Kabupaten Tegal — Semangat kepedulian sosial dan penguatan kemanfaatan jam’iyah Nahdlatul Ulama kembali diwujudkan oleh MWC NU Lebaksiu melalui UPZIS NU CARE LAZISNU. Kali ini, sebanyak 10 warga dhuafa di Dusun Kalimiring, Desa Yamansari, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, mendapatkan pentasarufan bantuan sebagai bagian dari program sosial yang dikembangkan MWC NU Lebaksiu.

Kegiatan pentasarufan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan rutinan MWC NU Lebaksiu Ahad Pahing yang bertempat di Masjid Baitul Muttaqin Kalimiring. Agenda tersebut sekaligus menjadi momentum konsolidasi pengurus NU dari berbagai ranting se-Kecamatan Lebaksiu, mempererat silaturahmi, serta memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua MWC NU Lebaksiu Ust. Syaiful Amal, SHI, Rois Syuriah MWC NU Lebaksiu KH. Bahroni, jajaran pengurus MWC NU Lebaksiu, pengurus ranting NU se-Kecamatan Lebaksiu, serta pengurus UPZIS NU CARE LAZISNU MWC NU Lebaksiu, di antaranya Hj. Irmaini, Sopuroh.

Pentasarufan kepada 10 dhuafa menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian NU terhadap masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut dihimpun dan dikelola melalui gerakan sosial zakat, infak, dan shodaqoh yang dikembangkan oleh MWC NU Lebaksiu.

Program Berkah, Gerakan Menghimpun Zakat, Infak dan Shodaqoh
MWC NU Lebaksiu terus mendorong penguatan gerakan filantropi melalui Program Berkah. Program ini menjadi salah satu ikhtiar untuk mengajak warga Nahdliyin dan masyarakat secara luas agar semakin sadar dan aktif dalam menunaikan zakat, infak, maupun shodaqoh.

MWC NU Lebaksiu Tegal Siapkan Rombongan ke Jombang, Ikuti Muktamar NU ke-35 dengan Ziarah dan Silaturahmi Ulama

Dana yang berhasil dihimpun kemudian dikelola melalui UPZIS NU CARE LAZISNU untuk disalurkan kepada masyarakat yang berhak dan membutuhkan. Dengan demikian, semangat berbagi tidak berhenti pada pengumpulan dana, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk program dan pentasarufan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Pentasarufan 10 dhuafa di Kalimiring menjadi contoh bahwa gerakan zakat, infak, dan shodaqoh dapat menjadi instrumen penting dalam memperkuat kepedulian sosial. Di tengah kehidupan masyarakat yang memiliki kondisi ekonomi berbeda-beda, keberadaan lembaga pengelola dana umat diharapkan mampu menjadi jembatan antara para munfiq, muzaki, dan masyarakat yang membutuhkan.

Ketua MWC NU Lebaksiu Ust. Syaiful Amal menyampaikan pentingnya membangun gerakan NU yang tidak hanya kuat dalam aspek organisasi dan keagamaan, tetapi juga mampu memberikan manfaat sosial secara nyata. Program Berkah diharapkan dapat terus berkembang sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya.

Menurutnya, kekuatan jam’iyah NU salah satunya terletak pada kebersamaan para pengurus, jamaah, dan masyarakat. Ketika zakat, infak, dan shodaqoh dikelola secara bersama dan amanah, maka potensi besar tersebut dapat menjadi kekuatan untuk membantu masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian umat.

Rutinan MDS RA PAC GP Ansor Lebaksiu Perkuat Konsolidasi Organisasi dan Kaderisasi

Rutinan Ahad Pahing Menjadi Momentum Penguatan Jam’iyah
Pelaksanaan pentasarufan yang bersamaan dengan rutinan Ahad Pahing MWC NU Lebaksiu juga memiliki makna tersendiri. Rutinan tersebut menjadi ruang pertemuan bagi jajaran pengurus MWC NU dan pengurus ranting NU se-Kecamatan Lebaksiu.

Selain menjadi sarana penguatan amaliyah dan silaturahmi, kegiatan rutinan juga dimanfaatkan untuk menyampaikan perkembangan program serta menguatkan koordinasi antarstruktur NU. Kehadiran pengurus ranting dari berbagai desa menunjukkan bahwa gerakan NU di tingkat kecamatan dibangun melalui kebersamaan dari berbagai tingkatan kepengurusan.

Rutinan yang bertempat di Masjid Baitul Muttaqin Kalimiring juga menjadi kesempatan bagi MWC NU Lebaksiu untuk semakin mendekatkan program-programnya kepada masyarakat. Masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan memiliki posisi penting dalam membangun kehidupan sosial dan spiritual warga.

Rois Syuriah MWC NU Lebaksiu KH. Bahroni turut hadir memberikan penguatan kepada para pengurus dan jamaah. Kehadiran jajaran syuriah dan tanfidziyah dalam kegiatan tersebut menjadi simbol sinergi antara penguatan nilai keagamaan dengan gerakan sosial kemasyarakatan.

PRNU Durensawit Gelar Rutinan Lailatul Ijtima, Perkuat Tradisi Istighosah, Doa Bersama, dan Kajian Fikih

Penyerahan Alat Murottal dan Tarhim Otomatis
Selain pentasarufan kepada 10 dhuafa, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan alat murottal dan tarhim otomatis kepada Masjid Baitul Muttaqin Kalimiring.

Penyerahan perangkat tersebut menjadi bagian dari perhatian MWC NU Lebaksiu terhadap masjid-masjid yang menjadi tempat pelaksanaan kegiatan rutinan NU. Masjid Baitul Muttaqin Kalimiring sendiri menjadi salah satu tempat penyelenggaraan rutinan MWC NU Lebaksiu Ahad Pahing.

Alat murottal dan tarhim otomatis diharapkan dapat membantu pengurus masjid dalam mendukung kegiatan syiar Islam, khususnya dalam memperdengarkan bacaan Al-Qur’an dan tarhim menjelang waktu salat. Keberadaan perangkat tersebut juga diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi takmir masjid dalam mengelola kegiatan keagamaan sehari-hari.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen MWC NU Lebaksiu untuk memberikan perhatian kepada masjid yang menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan rutin organisasi. Harapannya, setiap masjid yang menjadi lokasi pelaksanaan rutinan MWC NU Lebaksiu ke depan dapat diberikan fasilitas alat murottal dan tarhim otomatis, sesuai dengan kemampuan dan program yang tersedia.

Dengan demikian, keberadaan kegiatan rutinan tidak hanya meninggalkan kenangan dan silaturahmi, tetapi juga dapat memberikan kontribusi nyata berupa sarana penunjang kegiatan keagamaan bagi masjid yang menjadi tuan rumah.

Dari Rutinan untuk Kemanfaatan Umat
Pentasarufan dhuafa dan penyerahan perangkat masjid tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan MWC NU Lebaksiu terus diarahkan agar memiliki dampak yang lebih luas. Rutinan organisasi tidak hanya menjadi agenda berkumpulnya pengurus, tetapi juga menjadi momentum menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat.

Program Berkah melalui UPZIS NU CARE LAZISNU menjadi salah satu instrumen penting untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Dengan mengajak masyarakat menyalurkan zakat, infak, dan shodaqoh, potensi dana umat dapat dihimpun dan dikembalikan dalam bentuk program-program sosial yang bermanfaat.

Pengurus UPZIS NU CARE LAZISNU MWC NU Lebaksiu, Hj. Irmaini, bersama jajaran pengurus lainnya terus berupaya mendukung pelaksanaan program tersebut. Penguatan pengelolaan zakat, infak, dan shodaqoh di tingkat MWC diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan dan semakin menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Kecamatan Lebaksiu.

Ke depan, sinergi antara MWC NU Lebaksiu, UPZIS NU CARE LAZISNU, pengurus ranting, takmir masjid, serta masyarakat diharapkan semakin kuat. Tidak hanya dalam penghimpunan dana umat, tetapi juga dalam pendataan mustahik, penyaluran bantuan, serta pengembangan berbagai program kemanfaatan lainnya.

Pentasarufan 10 dhuafa di Dusun Kalimiring dan penyerahan alat murottal serta tarhim otomatis kepada Masjid Baitul Muttaqin menjadi bukti bahwa semangat “NU untuk umat” dapat diwujudkan melalui kegiatan yang sederhana namun memiliki nilai manfaat yang besar.

Dari masjid, gerakan kepedulian itu tumbuh. Dari jamaah, zakat, infak, dan shodaqoh dihimpun. Kemudian melalui UPZIS NU CARE LAZISNU, amanah tersebut disalurkan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan sekaligus mendukung sarana kegiatan keagamaan.

MWC NU Lebaksiu berharap Program Berkah dapat terus berkembang dan semakin banyak masyarakat yang ikut mengambil bagian. Semakin kuat budaya berbagi, semakin luas pula kemanfaatan yang dapat diberikan kepada umat.

Kegiatan di Masjid Baitul Muttaqin Kalimiring akhirnya tidak sekadar menjadi rutinan Ahad Pahing. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat silaturahmi, menghidupkan kepedulian sosial, membantu kaum dhuafa, serta mendukung sarana dakwah dan kegiatan keagamaan di masjid-masjid yang menjadi bagian dari perjalanan khidmah MWC NU Lebaksiu.

Dari Kalimiring, semangat berbagi dan berkhidmah untuk umat terus dinyalakan—menguatkan jam’iyah, memperluas kemanfaatan, dan menghadirkan NU yang semakin dekat dengan masyarakat.
Berita ini juga dapat dilengkapi dengan data nominal bantuan kepada masing-masing dhuafa dan tanggal pelaksanaan agar siap dipublikasikan di website NU Lebaksiu.